Never ending

Never ending

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Davin, murid baru yang dingin dan misterius, duduk di kursi belakang kelas Arsha, cewek ceria yang mudah bergaul. Meski awalnya susah diajak bicara, perlahan Arsha mulai membuka tembok yang Davin bangun selama ini. Semuanya berubah saat hujan deras membuat Arsha terjebak di halte bus. Tanpa diduga, Davin datang dengan motor hitamnya dan menawarkan tumpangan, memulai kisah baru yang tak pernah mereka bayangkan. Namun, masa lalu Davin yang rumit dan sosok misterius yang tiba-tiba muncul menambah warna dan tantangan dalam hubungan mereka. Bisakah Arsha menembus hati Davin yang tertutup? Dan apa arti semua ini untuk masa depan mereka?
All Rights Reserved
#38
neverending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • RUANG RINDU
  • Yuki & The Fractured Realms: When a Boy Became a Faerie
  • The Beauty of Ruin
  • JARAK DI ANTARA SERAGAM
  • Two Rebels, One Love
  • ARZARA
  • GAIRAH MANTAN: DULU PACAR SEKARANG LANGGANAN
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines