Langit yang tak pernah sama

Langit yang tak pernah sama

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 9, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Dhea, seorang siswa SMP dengan banyak kekurangan dari segi fisik maupun sikap, dan dikenal dengan tumbuh dalam kesepian setelah keluarganya hancur dan teman-teman menjauh. Di tengah hidup yang penuh luka, ia menemukan harapan lewat dunia sketsa, pertemuan tak terduga yang perlahan mengubah cara ia melihat dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya. Sebuah kisah menyentuh tentang kesepian, harapan, dan keberanian untuk tetap berdiri meski langit tak lagi sama.
All Rights Reserved
#944
brokenhome
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • REKSA: The Last Bell
  • DIA
  • Bayangan Orang Lain
  • Tinta Luka [END]
  • leos leguard
  • HIDDEN I (The End)
  • Nadira Rachelia

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines