Bila Hati Berbicara (OG) (ON HOLD)

Bila Hati Berbicara (OG) (ON HOLD)

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 23, 2025
Di antara negara dan hati, yang mana sanggup dikorbankan? This story is pure fantasy. Tanpa edit. Fully Raw. - idea semuanya dari kepala kecil saya - tiada sebarang plagiat berlaku - kalau sama tu bumi ni berputar, jadi nanti saya edit kalau cerita ni seakan-akan sama dengan cerita yang readers pernah baca - saya pernah buat draft, esoknya ada cerita dekat wattpad lebih kurang apa saya tulis, jadi saya berhenti menulis - BACALAH CERITA KELAKAR SAYA YANG TANPA PAIN NI! -sementara menganggur ni, support saya please habiskan this story!
All Rights Reserved
#154
greenflag
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ERES MI VIDA (SAMBUNGAN THE RESISTED LOVE)  [COMPLETED]
  • SOLE MIO [C]
  • Demi Sebuah Bahagia (C)
  • Sesat Dalam Rindu
  • Ah Long
  • Dia Untukku (C)
  • Kasih Kita Sempurna (TERBIT)
  • UZAIR : KALI KEDUA (C)
  • She's Mine!

[SAMBUNGAN THE RESISTED LOVE] Muhammad Arfan Idraki X Humaira Fadhlia Setahun berlalu dengan pantasnya. Hubungan antara mereka telah berakhir. Humaira mengambil peluang dengan membawa diri ke negara orang demi mengubati hati yang terluka. Tetapi, pertemuan semula yang tidak disangka, membibitkan bunga-bunga cinta. Satu insiden yang berlaku membuatkan Humaira semakin kecewa. Parut dihatinya kembali berdarah. "I've got nothing to say. Just live your life happily with her. From now on, I hate seeing your face. Get lost." - Humaira Fadhlia "Humaira. Please. I miss you." - Arfan Idraki Humaira buntu setelah mendapat tahu bahawa dirinya telah dipinang oleh seseorang. Mampukah dia mencintai jejaka itu sebagaimana dia mencintai Arfan? Dan mampukah dia melupakan cinta pertamanya? "Sunsets are proof that endings can be beautiful too. And thanks for all the memories we create together." - Humaira Fadhlia Angin, bawalah segala memori ini pergi. Laut, kuburkanlah segala kenangan antara aku dan dia. Untuk kali yang terakhir, masih ada lagikah sinar harapan untuk kita bina mahligai bahagia bersama? Mampukah mereka menghadapi halangan yang mendatang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines