lOVE IN EVERY SEASON

lOVE IN EVERY SEASON

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 15, 2025
"Cinta itu apa, Biyan?" Pertanyaan itu terdengar sederhana, tapi Ahmad Abiyan Abdul Wakeel tak lagi bisa menjawabnya sesederhana dulu. Di usia anak anak, cinta baginya hanyalah kisah pangeran dan putri-berakhir bahagia, tanpa luka. Saat dewasa, cinta berubah menjadi cerita panas dari mulut ke mulut, dibumbui rasa penasaran dan desakan hasrat anak muda yang baru mengenal tubuh dan ego. Kini, di usia 21, Abiyan mulai melihat cinta sebagai ruang paling sunyi yang pernah ia masuki. Bukan lagi soal siapa yang membuat jantung berdebar-melainkan siapa yang berani tinggal, meski luka-luka dari masa lalu masih menganga. "Jika keduanya tidak saling mengusahakan, jodoh itu seperti undian yang tidak pernah bisa kita tebak sedikit pun." hanya angin lalu seperti pergantian musim ke musim lainya. Abiyan menuliskan kisah ini sebagai upaya memahami perjalanan hatinya: antara mencintai dan dikhianati, antara bertahan dan melepaskan. Dan di tengah segala kebimbangan, hadir seorang wanita yang membuat segalanya terasa berbeda-lebih jujur, lebih dewasa, tapi juga lebih menakutkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • awan tak sama lagi
  • GEMINTANG HATIKU
  • ABISATYA | END
  • Your Prince
  • Abyanca || Abyan & Bianca
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines