We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pelukan Yang Tak Lagi Sama

Pelukan Yang Tak Lagi Sama

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 30, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Kala hujan tiba, badai menerjang tubuh mungil nan lemah itu, rumahlah baginya untuk berteduh. Rumahlah yang memberikannya penerang kehidupan. Rumahlah yang memberikannya kenyamanan dan kedamaian. Rumah yang berartikan keluarga. Namun, bagaimana jika rumah yang awalnya hangat tak terjadi apa-apa roboh dengan begitu saja dan tergantikan oleh badai dingin yang mengguyurnya secara bertubi-tubi. Pelukan hangat nan erat yang pernah ada, tergantikan oleh tamparan keras yang akan siap mereka terima seriap hari.
All Rights Reserved
#3
cerpenkeluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Desir Arah
  • Rumah dalam Dekapan
  • Tanpa Rumah
  • Sebuah Jurnal Rasa
  • Home
  • Antalogi cerpen
  • Kasih Kakak || Zayyan ft Hyunsik✅
  • Family Line

Jauh sebelum lintang bintang memudar Dia pernah berpikir ke arah mana kaki melangkah Dengan rasa lelah memuncah Tertatih-tatih kehilangan arah Lalu suatu ketika dipenutup oranye cerah Tangannya mengepal menemukan rumah Yang tak pernah menjadi pernah Dan dia merengkuh kesah Pelangi pernah bilang bahwa dia manusia paling pelupa mengenai jalan pulang, sedangkan Haysel pernah bilang bahwa ia hanya anak cowok yang tidak punya jalan pulang. Dari sebalik ruang gelap kamar sunyi milik Russel, cowok itu bergumam sendu. Ia bingung, bagaimana caranya mengumpulkan keberanian untuk pulang? "Belum pulang?" "Sebentar lagi," jawabnya merengkah senyum cerah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines