Story cover for Ravern : Ambitious Boy  by Oatmeal_macha
Ravern : Ambitious Boy
  • WpView
    LECTURAS 6
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 6
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado jun 10, 2025
"Maaf karena Saya telah menjadi aib dalam keluarga ini."

==^^==

"Mama, bisa tolong berhenti? Saya lelah. Saya hanya ingin istirahat."

"Kau sekarang banyak mengeluh ya, Ravern? Mama cuma mau yang terbaik buat masa depanmu!"

==^^==

"Ravern! Dasar anak kurang ajar! Kau itu sudah besar! Bersikaplah lebih dewasa! Contoh kedua Kakak laki-laki mu! Mereka tumbuh dengan mengharumkan nama keluarga! Sementara kau? Taunya hanya mencemarkan nama baik keluarga!"

Aku lelah. Aku sangat lelah. Kenapa mereka harus meletakkan ekspektasi yang begitu tinggi di pundakku? Apa salahku? Aku telah berusaha semaksimal mungkin. 

==^^==

Ikuti kisah hidup Ravern. 
  Rasa empati yang telah padam, meninggalkan ego dalam cangkang kosong.
Bisakah Ravern memenuhi ekspektasi kedua orang tuanya? 
 

TTD : Oatmeal Macha
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Ravern : Ambitious Boy a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#163romansaremaja
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going) de librarika
73 partes Continúa
Dunia ini sangat keras dengan perempuan, apalagi bila di masa lalunya terdapat sebuah aib besar 🌟🌟🌟 Mengandung di usia muda karena gaya berpacarannya yang bebas, Zia otomatis menghancurkan kehidupannya sendiri. Mulai dari kehilangan orang tua, berhenti sekolah dan dicemooh orang - orang sekitar, perlahan dia terima usai aibnya itu terkuak. Belum lagi kekasihnya, Elang yang tidak mau bertanggung jawab membuat hidup dia semakin sulit. Seiring bertambahnya usia wanita itu, karena menjadi orang tua tunggal tidaklah mudah, Zia mulai bertekad mencari ayah untuk sang buah hati. 'Hanya bisa menerima masa lalunya' cukup dengan satu syarat tersebut siapapun orangnya pasti akan dia terima, pikirnya. Sempat yakin akan ide tersebut, saat dijalani ternyata Zia justru cuma mendapat luka yang lebih alih - alih calon suami, sebab tak semua lelaki bisa menerima masa lalu buruk pasangannya, begitupun keluarga mereka. "Tentu, aku ingin bahagia, tapi bila mereka terus mempermasalahkan masa lalu apa aku perlu mempertahankan keinginanku untuk menikah?" - Zia Cassiopeia "Jangan menyukaiku, lukaku belum kering, kamu bisa saja ikut menderita karenanya!" - Raden Elang Aghastya "Semua orang punya masa lalu yang buruk, gak terkecuali aku, jadi gakpapa mencoba bangkit lagi dengan bantuan orang lain dan berharap bahagia!" - Garuda Biantara "Aku janji gak akan menuntut apapun darimu, aku bicara begini hanya mau kamu tahu perasaanku selama kita saling berinteraksi dan bertemu supaya aku gak canggung lagi!" - Luna Rea Nanda
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat de zei_llyn
18 partes Continúa
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Forever Alone (Sudah Terbit)  cover
Ekspektasi cover
Luka Yang Tak kunjung Membaik cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going) cover
MAS SUAMI (END) cover
My Brother[Sequel Mianhae My Brother] cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
Mutualism Symbiosis cover

Forever Alone (Sudah Terbit)

33 partes Concluida

"Kalo seandainya gue pergi ninggalin lo dan dunia ini, apa yang akan lo lakuin?" "Gue gak bakalan lakuin apapun. Jika itu takdir Tuhan gue gak bakalan bisa mencegahnya. Sekalipun gue janji buat bahagiain lo." "Hmmm..." "Hahaha.... Ternyata hidup sesimple itu. Apa yang baik selalu pergi tanpa diminta." "Gue boleh minta satu hal gak dari lo?" "Apapun itu." "Jika gue pergi lo harus janji jangan nangis, jangan sedih, dan lupain gue. Buat hidup lo bahagia tanpa adanya gue." "Akan gue coba. Gue boleh minta satu hal juga dari lo?" "Yah.." "Jangan lupain gue. Dan katakan pada diri lo sendiri kalo lo gak bakalan pernah pergi dari gue apapun yang terjadi. Karena gue yakin seberapa besarpun usaha gue buat lupain lo itu gak akan pernah berhasil. Karena lo udah jadi satu-satunya orang yang gue sayang dan ingin gue bahagiain selain nyokap." ******** Ini cerita tentang seorang gadis SMA yang tak pernah tahu bagaimana rasanya kasih sayang orang tua di usia remaja. Hidupnya berubah setelah seseorang hadir memberi warna disetiap harinya. Hingga suatu keadaan benar-benar mengubahnya. Baca yuk siapa tahu suka!