The Living Pieces

The Living Pieces

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 11, 2025
Statera Caïssa Academy bukan sekadar sekolah. Di balik lambang prestasi dan kedisiplinan, tersembunyi papan permainan. Dan para murid unggulan... hanyalah bidak hidup. Ezra adalah King. Safira, sang Queen. Delapan lainnya menjadi Benteng, Kuda, Gajah, dan Pion yang bisa menggerakkan ratusan siswa lain sesuai strategi yayasan. Mereka disebut The Living Pieces-mereka adalah sistem itu sendiri. Tapi kesadaran tidak bisa dipenjara. Dan dalam keheningan malam-malam panjang akademi, bidak-bidak itu mulai bergerak bukan karena perintah... ...melainkan karena pilihan. Ketika permainan tak lagi adil, satu-satunya jalan keluar adalah membalikkan papan. "Kami tidak diciptakan untuk menang. Kami dilatih untuk patuh. Tapi sekarang kami sadar-dan tak satu pun bidak akan tinggal diam."
All Rights Reserved
#5
fiksidistopia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Book I : Ambroise Immortality
  • THE NEW GIRL 2: ILLUSION [SELESAI]
  • AKSARAZIVA (ON GOING)
  • ASRAR [TERBIT]
  • Elang L Cavanix ( END )
  • THE PRINCESS ANTAGONIS [How about me?]

Mala petaka! Lahir kembali bagi dunia Immortal adalah bencana. Konon, akan membawanya kembali ke neraka; kehancuran merajalela dan semua makhluk menderita, tapi 'mereka' mengalaminya. Mereka bereinkarnasi ke dunia Immortal, dunia tempat makhluk mitologi tinggal, setelah kecelakaan mengerikan saat badai. Dunia yang sihir merupakan hal biasa itu kini menjadi rumah dan tanah lahir yang kedua. Damai, tentram, dan menakjubkan luar biasa. Itu yang mereka rasakan sebelum akhirnya terkuak, jika kecelakaan yang dialami itu persis seperti prolog yang dibuat salah satu di antara mereka. Panik? Jelas, tapi tidak semua kepanikan perlu berlama-lama, karena saat itu mereka juga tahu siapa yang telah menaruh racun kepada minuman ibu mereka. Deklarasi balas dendam berkibar, dan yang ini diharuskan persiapan matang. Mereka masih anak-anak. Sihir mereka bahkan belum bangkit. Untungnya semesta ternyata mendengar mereka, di usia enam tahun ini, mereka akan menempuh pendidikan ke akademi sihir ternama dunia mereka. Akademi yang menjadi lahirnya orang-orang luar biasa hebat. ~ • ~ Jangan lupa follow sebelum baca dan tetaplah menjadi pembaca tanpa memplagiat karya. #CoverByMMBDesign ©GadisWaktu (5-11-'24) ~ • ~

More details
WpActionLinkContent Guidelines