Di Atas Kapal Waktu

Di Atas Kapal Waktu

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
✧ Di Atas Kapal Waktu ✧ Karya: Alfajr Abd Ketika Fajar membuka mata, ia tidak lagi berada di abad ke-21. Kabut asin, layar terkembang, dan suara meriam tua menggantikan dunia yang ia kenal. Ia terdampar di atas kapal raksasa milik VOC, tahun 1675-abad kekuasaan, pemberontakan, dan rahasia yang dikubur dalam pelayaran panjang sejarah. Di tengah perang saudara Mataram, Fajar harus menyembunyikan jati dirinya, memahami dunia yang asing, dan memilih: pulang, atau bertahan untuk mereka yang kini ia cintai. Di atas geladak, ia bertemu Juliana-anak jenderal Belanda yang menyimpan luka dan catatan berbahaya. Bersama, mereka menantang waktu, cinta, dan sejarah yang ingin menghapus nama mereka. 🌊 "Karena terkadang, waktu bukan hanya berjalan maju-ia juga menenggelamkan." 📖 Romance historical ⏳ Time travel 🇮🇩 Nusantara abad ke-17 ⚓ Intrik kolonial, cinta yang tak seharusnya, dan pelayaran yang menembus ruang dan sejarah
All Rights Reserved
#346
wattpadromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rania van Batavia [✔️]
  • (Book 2) Pertarungan Terakhir di Bhumi Javacekwara (END)
  • Tunnel End Lights [TEL]
  • Aku, Kamu, dan Waktu. [END]
  • BACK TO YOUR TIME [TERBIT✔️]
  • Indurasmi Batavia✧ [𝒂 𝒉𝒊𝒔𝒕𝒐𝒓𝒊𝒄𝒂𝒍 𝒇𝒊𝒄𝒕𝒊𝒐𝒏]
  • Terjebak dalam Kisah Cinta Abad Pertengahan
  • STETOSKOP TUA
  • Once Upon a Time 'Since 1965'
  • Knielen

# THE WATTYS WINNER 2021 IN HISTORICAL FICTION # Previous Title: "Namanya Hoesni" Sebuah foto hitam-putih bertuliskan Den Haag, 1922-dengan lelaki berwajah memikat menatap dari balik kertas usang itu-menyeretku melintasi abad dan terhempas ke Batavia tahun 1920. Di tengah gemerlap pesta priyayi dan riuh kolonial yang penuh timpang, hatiku berlabuh pada Sinyo bernama Hoesni. Sesosok Sinyo bagai belati bermata dua-berjiwa Bumiputera yang mencintai tanah pertiwi, namun dibelenggu jeratan darah kolonial yang mengalir dalam nadinya. Sebuah cinta dan benang merah hadir begitu saja, menghubungkan dunia kami yang terhalang waktu. Namun sang waktu rupanya enggan berpihak. Aku bagai selembar kertas yang ditarik ke dua arah, tak tahu bagian mana yang akan robek lebih besar: kembali ke masa depan dengan mimpi yang kutinggalkan, atau tetap terikat di masa lalu bersamanya-menerima segala konsekuensi yang siap menerkam kapan saja. Selesai: November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines