Story cover for TUMBUH WALAU TAK UTUH by SSHAWAA
TUMBUH WALAU TAK UTUH
  • WpView
    Reads 538
  • WpVote
    Votes 164
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 538
  • WpVote
    Votes 164
  • WpPart
    Parts 15
Ongoing, First published Jun 10
"Apa jadinya jika rumah, yang seharusnya jadi tempat paling aman, justru jadi tempat pertama kau belajar kehilangan?"

Tias harus belajar memahami arti kehilangan tanpa pernah benar-benar dipahami.
Belajar menerima keadaan, meski berjalan di jalan yang sering tak dimengerti.

Jiwanya memang tumbuh, tapi dengan hati yang bolong.
Namun di balik luka dan kesendirian, ada keteguhan yang diam-diam bertunas.

Ia pernah bilang,
"Tak apa runtuh, asal tetap tumbuh."

Apa yang membuat Tias terus bertahan?
Akankah luka masa kecil membentuknya... atau justru menghancurkannya?
All Rights Reserved
Sign up to add TUMBUH WALAU TAK UTUH to your library and receive updates
or
#567kesepian
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Umbra Amissa cover
Buah kebencian untuk ayah END (Versi revisi) cover
Time Loop cover
Rumah Yang Kuciptakan Sendiri cover
Saat Semua Orang Berpaling cover
Waiting Room [TERBIT] cover
BROKEN : The secret of life cover
La Casa del Alma cover
Alisa's Story  cover
Rumah Kedua cover

Umbra Amissa

29 parts Ongoing

Elira tak pernah benar-benar kehilangan. Tapi juga tak pernah benar-benar dimiliki. Sosok itu hadir dengan tatapan yang lebih hangat dari matahari sore, tapi juga lebih menyakitkan dari petir di malam yang lengang. Pak Hakim-guru bahasa dengan suara selembut puisi-membuat dunia Elira yang sunyi terasa hidup. Tapi rasa yang tumbuh di tempat yang salah... sering kali harus dibungkam, bahkan sebelum sempat bernapas. Ketika bisikan mulai menjelma tuduhan, dan kenyamanan berubah jadi bahan pergunjingan, Elira harus memilih: Mempertahankan bayangan yang menghidupkannya... atau melepaskannya, demi selamat dari luka yang dunia ciptakan. "Umbra Amissa bukan sekadar kisah tentang cinta yang tak sempat. Tapi tentang rindu yang ditanam dalam gelap, dan harapan yang harus mati... bahkan sebelum sempat menyebut nama."