Simpul Cahaya

Simpul Cahaya

  • WpView
    Leituras 86
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jun 11, 2025
"Aku bisa melihat ikatan cahaya yang menghubungkan hati manusia. Tapi... mengapa aku tak punya satu pun?" Alya, gadis empat belas tahun yang tumbuh besar dari satu panti asuhan ke panti lainnya, punya rahasia yang tak pernah ia ceritakan: ia bisa melihat benang-benang cahaya yang menghubungkan manusia satu sama lain-tanda cinta, kasih, dan luka yang belum selesai. Namun hidupnya terasa hampa, karena tak ada satu pun benang yang mengarah padanya. Ia yakin-ia tidak berarti bagi siapa-siapa. Hingga suatu hari, ia bertemu Pak Bram. Seorang pria tua penyendiri yang dulunya pelukis terkenal... dan yang paling mengejutkan: ia juga tak memiliki ikatan cahaya. Dua orang asing. Dua jiwa yang kehilangan arah. Dua hati tanpa ikatan. Tapi apa jadinya jika perlahan, cahaya mulai tumbuh di antara mereka? Dan saat masa lalu Pak Bram terkuak, Alya menyadari... mungkin mereka tak benar-benar asing satu sama lain.
Todos os Direitos Reservados
#38
maknahidup
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • Pertemuan di balik Pagar Pesantren
  • KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA
  • A Symphony of life
  • DESA PUNYA CERITA
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • Promise

"Bruk!' "Aduhh pantat gue!" ringis Alya lalu menepuk-nepuk pantatnya yang baru saja berciuman dengan lantai. "Lo makanya kalo jalan pake mata!" ketus Alya. Sedangkan cowok yang didepannya hanya memasanag wajah datar andalannya. "Dimana-mana kalo jalan itu pake kaki bukan pake mata" ucap cowok sambil tersenyum sinis. "Arghh! Lo tuh ya pagi-pagi udah bikin gue kesel aja!" ucap Alya mengebu-gebu. "Bodoamat" ucap cowok itu cuek lalu melanjutkan langkahnya. "ATTHEO ADINATA BRAMASTA! GUE BENCI LO!!" teriak Alya membuat Theo menghentikan langkahnya dan membuat beberapa ornag menatap mereka berdua penasaran. Theo berbalik lalu berjalan menuju Alya yang masih dengan mukanya yang memerah karena menahan marah. "Iya sekarang lo boleh benci sama gue tapi-" Theo membungkuk badannya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Alya. "Suatu saat lo bakalan Cinta sama gue, karena dari benci bisa jadi Cinta" bisik Theo membuat beberpa orang disana berteriak histeris, sedangkan Alya hanya mematung mendengar ucapan Theo. Setelah membisikan kata itu Theo pergi meninggalkan Alya yang masih diam mematung ditempat. Hola guyss gimana kelanjutan cerita guyss? Penasaran? Makanya baca cerita lengkapnya ya!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo