Simpul Cahaya

Simpul Cahaya

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku bisa melihat ikatan cahaya yang menghubungkan hati manusia. Tapi... mengapa aku tak punya satu pun?" Alya, gadis empat belas tahun yang tumbuh besar dari satu panti asuhan ke panti lainnya, punya rahasia yang tak pernah ia ceritakan: ia bisa melihat benang-benang cahaya yang menghubungkan manusia satu sama lain-tanda cinta, kasih, dan luka yang belum selesai. Namun hidupnya terasa hampa, karena tak ada satu pun benang yang mengarah padanya. Ia yakin-ia tidak berarti bagi siapa-siapa. Hingga suatu hari, ia bertemu Pak Bram. Seorang pria tua penyendiri yang dulunya pelukis terkenal... dan yang paling mengejutkan: ia juga tak memiliki ikatan cahaya. Dua orang asing. Dua jiwa yang kehilangan arah. Dua hati tanpa ikatan. Tapi apa jadinya jika perlahan, cahaya mulai tumbuh di antara mereka? Dan saat masa lalu Pak Bram terkuak, Alya menyadari... mungkin mereka tak benar-benar asing satu sama lain.
All Rights Reserved
#14
perjalanandiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA
  • CAHAYA AL-GHIFARI [NIKAH TAPI MONDOK][TAMAT]
  • DESA PUNYA CERITA
  • Melihat Cinta dalam Gelap
  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • Antara seamin dan seiman
  • Blue String - END (Terbit)
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)

Aline tak pernah meminta untuk dilabeli-sebagai anak pemarah, pembawa sial, atau anak dari keluarga rusak. Tapi itulah dunia: cepat menilai, lambat memahami. Di sebuah kampung kecil, Aline tumbuh dengan luka-luka tak kasat mata, dibisikkan oleh mulut-mulut tetangga, bahkan oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya. Hingga ia bertemu dengan pintu-pintu dan jendela baru-sahabat, seorang imam, dan Nando, lelaki yang melihatnya dengan mata yang berbeda. Ini adalah kisah tentang perjuangan untuk membuka jendela hati, memecahkan cermin luka, dan menemukan pintu menuju penerimaan. Bukan hanya oleh orang lain, tapi oleh diri sendiri. Sebuah novel reflektif yang mengajak kita bertanya ulang: Siapa diriku, jika label tak lagi melekat padaku? Cocok untuk kamu yang sedang mencari makna, harapan, dan keberanian untuk berdamai dengan masa lalu..... selamat membaca (:

More details
WpActionLinkContent Guidelines