Shift [BTS Fanfiction]

Shift [BTS Fanfiction]

  • WpView
    Reads 5,328
  • WpVote
    Votes 647
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 4, 2025
Taehyung selalu bilang dia baik-baik saja. Tapi rumah sakit tahu lebih dulu kalau dia mulai goyah. Sebagai dokter anak, Taehyung terlalu peduli. Terlalu larut. Terlalu sering lupa makan. Dan Jungkook-dokter bedah yang katanya dingin-entah kenapa selalu muncul setiap kali dia butuh diam. Ini cerita tentang shift malam, kelelahan yang nggak kelihatan, dan dua orang yang belajar saling bertahan. Bukan karena diminta... tapi karena nggak ada lagi yang bisa dimengerti selain satu sama lain.
All Rights Reserved
#563
medical
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hingga Tak Ada Lagi Luka
  • I'm In Love
  • From Home || NCT 127 [SUDAH TERBIT]
  • Blood Sweat And Tears (Taehyung) ~ END
  • Between Crasher and Beat (KyuSung Fanfic)
  • We Have Problem || YoonTaeKook
  • 30 DAYS
  • My Best Friend - TaeKook (END)
  • Tolong Sukai Aku Lagi

Hingga Tak Ada Lagi Luka Jungkook tumbuh dengan luka-luka yang tak terlihat-bukan hanya di kulitnya, tapi jauh lebih dalam, menyesakkan hingga ke relung jiwanya. Senyumnya terlalu lebar untuk menjadi nyata, tawanya terdengar seperti pelarian. Ia menyimpan rahasia yang tak seorang pun tahu, seakan dunia ini terlalu kejam untuk memberinya ruang bernapas. Taehyung tidak pernah berniat ikut campur. Awalnya, ia hanya melihat Jungkook sebagai anak yang keras kepala, penuh misteri, dan sulit didekati. Tapi semakin ia memperhatikan, semakin sulit baginya untuk berpaling. Ada sesuatu di balik mata gelap itu-sesuatu yang berteriak minta pertolongan meski bibirnya selalu mengatakan "Aku baik-baik saja." Ketika kebenaran mulai terungkap, Taehyung dihadapkan pada pilihan: mundur dan membiarkan Jungkook menghadapi semuanya sendiri, atau bertahan, meskipun itu berarti menyeret dirinya ke dalam kegelapan yang lebih dalam dari yang ia bayangkan. Namun, seberapa jauh seseorang bisa bertahan sebelum akhirnya menyerah? Seberapa banyak luka yang bisa mereka tanggung sebelum semuanya runtuh-hingga tak ada lagi yang tersisa? Tapi mereka tahu satu hal: mereka tidak akan membiarkan luka-luka itu menang. Bersama, mereka berjanji akan bertahan. Bukan hanya untuk satu sama lain, tapi juga untuk diri mereka sendiri. Karena kali ini, mereka tidak akan berjalan sendirian. - BROTHERSHIP YE BUKAN BL! Don't copy my story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines