Yang Abadi Tanpa Arti

Yang Abadi Tanpa Arti

  • WpView
    Reads 244
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 15, 2025
Di sebuah dunia yang diciptakan oleh para dewa-dewi, sihir merajalela dan berbagai ras hidup berdampingan-manusia, elf, beast, naga, dan lainnya. Namun di tengah dunia yang megah itu, lahir satu makhluk gagal. Namanya Rei. Ia tidak memiliki kekuatan sihir. Tidak memiliki warisan ras. Tidak memiliki tempat. Wujudnya menyerupai manusia, tapi ia bukan siapa-siapa. Dan yang lebih parah, para dewa secara tidak sengaja memberinya keabadian. Disiksa. Dihina. Diperlakukan seperti sampah oleh dunia yang menolaknya. Rei hanya bisa menahan sakit... dan terus hidup. Tapi dari penderitaan abadi itu, tumbuh satu impian yang membara: Menghancurkan dunia ini. Membunuh para dewa. Membalas semuanya. Ini adalah kisah tentang makhluk yang tak pernah diminta untuk lahir. Tentang kehancuran yang tumbuh dari ketidakadilan. Tentang dendam... yang tak bisa mati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Silence That Shaped Me
  • Cursed Of Binding
  • Life Of Unpopular Idol [21+]
  • Apocalypse [Hiatus]
  • THE DARK OF TIMES
  • "Dewa dari Bawah"
  • Noisy, Fiony. [TAHAP REVISI]
  • Kematian Tak Bercerita

"Aku tetap ada. Meski kalian pura-pura aku tidak pernah lahir." Goresan tinta hitam itu tampak tegas, meski tangan yang menuliskannya sempat gemetar. Tulisan itu menggantung di atas pantulan wajah Freya-seakan mengukir ulang dirinya. Bukan lagi sebagai anak yang tak dianggap, tapi sebagai sosok yang memilih berdiri. Di antara luka, pengkhianatan, dan keheningan yang membatu, ia tetap ada. Ia hidup. Bukan demi pengakuan. Bukan demi cinta yang tak kunjung datang. Tapi demi dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, Freya tak menanti suara dari luar kamar. Tak lagi berharap ada ketukan, atau sapaan lembut di pagi hari. Ia tahu, pagi itu akan tetap sepi. Seperti biasanya. Namun kali ini, ia tidak takut. Karena saat dunia berhenti menyambutnya... Ia akhirnya menyambut dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines