Mereka kembar, namun tumbuh di dunia yang bertolak belakang.
Aksara Delvina Putri lahir dalam pelukan ibu yang miskin, hidup dari sisa-sisa harapan dan jualan gorengan di pinggir jalan.
Akmal Delvan Pratama tumbuh dalam pelukan keluarga kaya-dikelilingi kemewahan, namun dibangun di atas kebohongan.
Tak ada yang tahu bahwa mereka adalah saudara kandung, terpisah sejak lahir karena kesepakatan diam-diam yang tak pernah diceritakan pada siapa pun, bahkan kepada sang ibu kaya yang mengira anak kandungnya masih hidup.
Ketika takdir mempertemukan mereka di SMA elit, yang terjadi bukan pelukan haru-melainkan penghinaan, cemoohan, dan bullying.
Akmal, yang dibutakan gengsi dan kemarahan tak berdasar, menjadi pemimpin dalam menjatuhkan Aksara.
Sementara Aksara bertahan dengan luka dan harapan, berjuang untuk tetap berdiri.
Namun kebenaran tak bisa selamanya disembunyikan.
Ketika semuanya terbongkar, satu pertanyaan muncul:
Mampukah dua hati yang terikat darah saling memaafkan sebelum segalanya terlambat?
Sebuah kisah tentang keluarga, pengkhianatan, dan pengorbanan yang akan mengguncang hati siapa pun yang membacanya.
Kisah kehidupan itu seperti aliran sungai, terkadang arus sungai landai dan terkadang pula deras. Kisah kehidupan bukan hanya tentang bahagia seperti yang semua orang angan-angankan, hidup juga tentang sedih yang manusia tidak pernah duga. Uniknya lagi kisah kehidupan bisa lebih dari sekedar bahagia dan sedih, mungkin ada dendam, benci, takut, marah, kecewa, cinta, rindu, dan semburat emosi lain yang belum manusia ketahui satu-persatu. Bersama dengan kisah kehidupan ini kalian akan melihat bagaimana keluarga ini mengalami semua semburat emosi dalam kehidupan.