THE LAST MEETING THEORY [ TERBIT ]

THE LAST MEETING THEORY [ TERBIT ]

  • WpView
    Reads 1,698
  • WpVote
    Votes 853
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 13, 2025
Bagaimana jika seseorang datang ke hidupmu, bukan untuk menyelamatkanmu, tapi untuk mati di sisimu? Keiran Sabda Alam tidak sedang mencari harapan. Ia hanya sedang menghitung waktu. Menulis satu demi satu halaman tentang kehilangan, tentang kematian yang diam-diam sudah lama ia rancang. Lalu ia bertemu Alula Ansara-seorang ilustrator yang menggambar kesedihan dengan begitu lembut, seolah ia terbiasa bersahabat dengan kehilangan. Matanya teduh, namun menyimpan duka yang tidak punya nama. Mereka dipertemukan bukan untuk saling menyembuhkan. Mereka hanya berusaha bertahan cukup lama agar tidak hancur di hadapan satu sama lain. Tapi dari sunyi yang sama, tumbuhlah keintiman yang tak terucap. Cinta yang lahir dari luka, dan membesar dalam diam. Namun cinta, tak pernah cukup untuk mengubah arah takdir. The Last Meeting Theory adalah kisah tentang dua jiwa yang saling menemukan di ambang kehancuran. Tentang seseorang yang menjadi rumah, meski tidak pernah bisa ditinggali selamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 00.00
  • Together with The Sundown
  • TROUVEZ-MOI DANS VOTRE MÉMOIRE
  • Tulisan Sastra✔
  • Ex or New? [REVISI]
  • Tasbih Pembawa Jodoh
  • KITA YANG HAMPIR SELAMANYA
00.00

"𝚂𝚎𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚞𝚔𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛 𝚍𝚞𝚔𝚊." -𝒜𝓂𝑒𝓎𝓈𝒾𝒶𝒶, 𝟢𝟢.𝟢𝟢 "Tolong jemput gue, Ka," pinta gadis itu. "Gak bisa, gue mau jemput Nilam." Jawaban dari seberang sana. "Berarti gue boleh minta jemput Sekala?" tanya gadis itu akhirnya. "Ganjen banget! Pesen taksi kan bisa." Gadis itu memasang raut tak percaya. "... gak waras lo, Ka." •••• "Lo lebih ngebela Nilam dibanding gue yang pacar lo sendiri, Ka!?" bentak Kara. "Nilam itu lagi sakit, Kara!" Naka balas membentak gadis itu. "Iya, sakit jiwa!" tandas Kara. •••• "Naka! Lo bilang lo bakal selalu percaya ama gue!" ucap Kara memohon "Itu dulu. Minggir!" ucap Naka dingin. •••• "Bahagia terus, Kara." "Lo peduli?" •••• "Pilihan lo cuma dua." "Mati tragis." "Atau hidup tragis." -00.00 Start ➡️11 April 2021 End ➡️9 Agustus 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines