THE LAST MEETING THEORY [ TERBIT ]

THE LAST MEETING THEORY [ TERBIT ]

  • WpView
    Reads 1,701
  • WpVote
    Votes 853
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana jika seseorang datang ke hidupmu, bukan untuk menyelamatkanmu, tapi untuk mati di sisimu? Keiran Sabda Alam tidak sedang mencari harapan. Ia hanya sedang menghitung waktu. Menulis satu demi satu halaman tentang kehilangan, tentang kematian yang diam-diam sudah lama ia rancang. Lalu ia bertemu Alula Ansara-seorang ilustrator yang menggambar kesedihan dengan begitu lembut, seolah ia terbiasa bersahabat dengan kehilangan. Matanya teduh, namun menyimpan duka yang tidak punya nama. Mereka dipertemukan bukan untuk saling menyembuhkan. Mereka hanya berusaha bertahan cukup lama agar tidak hancur di hadapan satu sama lain. Tapi dari sunyi yang sama, tumbuhlah keintiman yang tak terucap. Cinta yang lahir dari luka, dan membesar dalam diam. Namun cinta, tak pernah cukup untuk mengubah arah takdir. The Last Meeting Theory adalah kisah tentang dua jiwa yang saling menemukan di ambang kehancuran. Tentang seseorang yang menjadi rumah, meski tidak pernah bisa ditinggali selamanya.
All Rights Reserved
#365
sadromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] When the Stars are Tired
  • 00.00
  • Tulisan Sastra✔
  • Langit Tak Mengizinkan Kita Berteduh
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Tasbih Pembawa Jodoh
  • Resital Sunyi (End)

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines