THE LAST MEETING THEORY [ TERBIT ]

THE LAST MEETING THEORY [ TERBIT ]

  • WpView
    LECTURES 1,695
  • WpVote
    Votes 853
  • WpPart
    Chapitres 24
WpMetadataReadTerminé dim., juil. 13, 2025
Bagaimana jika seseorang datang ke hidupmu, bukan untuk menyelamatkanmu, tapi untuk mati di sisimu? Keiran Sabda Alam tidak sedang mencari harapan. Ia hanya sedang menghitung waktu. Menulis satu demi satu halaman tentang kehilangan, tentang kematian yang diam-diam sudah lama ia rancang. Lalu ia bertemu Alula Ansara-seorang ilustrator yang menggambar kesedihan dengan begitu lembut, seolah ia terbiasa bersahabat dengan kehilangan. Matanya teduh, namun menyimpan duka yang tidak punya nama. Mereka dipertemukan bukan untuk saling menyembuhkan. Mereka hanya berusaha bertahan cukup lama agar tidak hancur di hadapan satu sama lain. Tapi dari sunyi yang sama, tumbuhlah keintiman yang tak terucap. Cinta yang lahir dari luka, dan membesar dalam diam. Namun cinta, tak pernah cukup untuk mengubah arah takdir. The Last Meeting Theory adalah kisah tentang dua jiwa yang saling menemukan di ambang kehancuran. Tentang seseorang yang menjadi rumah, meski tidak pernah bisa ditinggali selamanya.
Tous Droits Réservés
#177
sadromance
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • KITA YANG HAMPIR SELAMANYA
  • Langit Tak Mengizinkan Kita Berteduh
  • Erlangga
  • Tasbih Pembawa Jodoh
  • The Bleeding Lady [completed]
  • The soulmate theory
  • Resital Sunyi (End)
  • [END] When the Stars are Tired

Keira Anindita tidak pernah menyangka bahwa pertemuan singkat di sebuah kafe akan mengubah hidupnya. Arka Wijaya datang dengan senyum ramah, kata-kata manis, dan janji-janji yang membuat Abel percaya bahwa kali ini, ia menemukan seseorang yang berbeda. Selama sepuluh bulan, mereka menjalani kisah cinta yang hampir sempurna-penuh tawa, kebersamaan, dan impian yang dibangun bersama. Namun, cinta yang terlihat indah di permukaan perlahan mulai retak. Perubahan kecil muncul, pesan yang tak lagi sehangat dulu, tatapan yang terasa asing, dan kehadiran seseorang yang lain di dalam cerita mereka. Keira mencoba bertahan, meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan kembali seperti semula. Hingga akhirnya, sebuah pesan singkat menghancurkan segalanya. Di antara luka dan kehilangan, Keira menemukan dirinya yang baru. Bukan sebagai seseorang yang patah, tapi sebagai seseorang yang bangkit lebih kuat. Dengan kamera di tangannya, ia menciptakan cerita-bukan lagi tentang Arka, tetapi tentang dirinya sendiri. Sebuah kisah tentang cinta pertama yang manis namun menyakitkan, tentang kehilangan yang mengajarkan arti menemukan kembali diri sendiri. Sebuah perjalanan dari jatuh, bertahan, hingga akhirnya bangkit dengan cara yang paling indah.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu