Es Krim Itu Jadi Bukti

Es Krim Itu Jadi Bukti

  • WpView
    Reads 1,473
  • WpVote
    Votes 563
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 28, 2026
Nggak ada yang tahu gimana rasanya jadi aku. Dan mungkin memang nggak harus tahu. Setiap hari kulalui seperti bayangan. Aku berjalan, berbicara, tertawa... tapi semua terasa palsu. Di dalam, ada ruang kosong yang nggak bisa diisi. Aku pernah punya seseorang. Dia bukan pahlawan, tapi cukup kuat untuk tetap tinggal saat aku mulai goyah. Dia nggak pernah janji apa-apa, hanya bilang, "𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴, 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳." Lalu dia pergi. Nggak dengan drama. Nggak dengan suara. Hanya... hilang. Hari-hariku setelah itu membisu. Aku hampir berhenti percaya pada diriku sendiri. Sampai suatu sore, aku menemukan sesuatu di laci, cup es krim plastik. Bekas. Kusam. Tapi di bagian luarnya ada tulisan spidol yang mulai pudar "𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘭𝘶𝘱𝘢, 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘶𝘬𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢." Kupandangi benda kecil itu lama. Tanganku gemetar. Hatiku... sesak. Es krim itu bukan sekadar makanan. Itu adalah sisa dari masa ketika aku masih merasa hidup. Sejak hari itu, aku mencoba. Bukan karena aku sudah sembuh. Tapi karena aku sadar... aku masih punya bukti. Dan jika suatu hari kamu melihatku tersenyum sambil memegang cup kosong, jangan tanya kenapa. Karena buatku... es krim itu bukan sekadar rasa manis. Itu bukti. Bahwa aku masih di sini. Masih bernapas. Masih percaya.
All Rights Reserved
#181
emotionaljourney
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RANNA
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • I Love You
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • FAITH
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • Assalamualaikum Imamku
  • Because I'm Stupid (End)
RANNA

Tidak semua hal yang berawal indah berakhir dengan indah. Tidak semua hal yang manis akan selamanya manis. Tidak semua hal yang selalu ada akan tetap begitu, apakah kamu juga begitu? Tidak semua kisah cinta di penuhi dengan cinta. Tidak semua ketulusan di balas dengan semestinya. Tidak semua orang mengerti itu, apakah itu kamu? Inilah kisahnya, Ketulusannya di ambil dari keikhlasannya. Cintanya di ambil dari pembuktiannya. Apapun akhir kisahnya nanti, setidaknya kita pernah berada dalam alur yang sama meski dalam peran yang berbeda. Akkhirnya, perjalanan panjang ini sudah menemukan tujuannya. Meski pada akhirnya, kita tiba di pelabuhan yang berbeda. Sepertinya, ada yang salah dalam perjalanan kita kemarin. Bukan kita, lebih tepatnya aku dan kamu. Aku yang pernah mencintaimu sampai sehabis-habisnya, dan kamu yang menghabiskan cintaku sampai hilang tak bersisa. Terimakasih pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan ini. Aku akan mengenangmu sebagai orang yang pernah sangat aku cintai. Aku akan mengingat segalanya tanpa ada yang terlewatkan, bahkan sampai semua itu bosan untuk hinggap di ingatanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines