SEPASANG LUKA YANG BERAKHIR SUKA

SEPASANG LUKA YANG BERAKHIR SUKA

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
sekelompok remaja yang memiliki luka yang selalu mereka pendam, tapi ketika mereka bersama tidak ada rahasia, seolah-olah mereka semua sudah menemukan rumah yang sesungguhnya. tapi perjalanan luka yang mereka hadapi tidak hanya sebatas orang tua saja tetapi akan ada luka yang lebih sakit Penasaran?? Langsung Baca!!! HAAAAIIII ini Dirka balik lagi!!!! Dirka bakalan ulang lagi ini cerita karena Dirka yang kemarin kek nya nggak bisa lanjut lagi. BTW Dirka itu bukan satu orang yaa. bisa dibilang ini adalah novel kolaborasi kami tapi dirka yang satunya tidak bisa melanjutkan..... JADI ENJOYY BACANYAA💗
All Rights Reserved
#330
kisahcintaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Senja Terakhir
  • ASRAR|
  • Aldeva
  • DENNIES
  • Sejenak Luka
  • A Fractured Soul
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • TERA

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines