Ini bukan hanya kisah tentang ditinggalkan-ini adalah cerita tentang kesalahan yang tak sempat diperbaiki, dan luka yang masih tinggal setelah kata maaf terlambat diucapkan.
Buku ini ditulis dari sudut pandang seseorang yang kehilangan, bukan hanya karena ditinggalkan, tapi juga karena pernah menyakiti. Ia hidup dengan rindu dan rasa bersalah yang tak kunjung selesai. Kata-kata dalam buku ini adalah bisikan-bisikan batin yang tidak pernah sampai padamu-tentang penyesalan, tentang harapan yang tak sempat ditegakkan, dan tentang cinta yang kalah oleh emosi sesaat.
Langkah yang Tak Lagi Kau Iringi
adalah monolog dari hati yang patah sekaligus menyesal.
Tentang semua hal yang ingin diulang,
semua kata yang ingin dibatalkan,
dan semua pelukan yang kini hanya bisa dibayangkan.
Kau akan menemukan kisah di hari-hari yang dijalani seorang diri, puisi-puisi yang penuh luka,
kutipan-kutipan yang menyayat pelan,
dan suara lirih dari seseorang yang hanya bisa berkata:
"andai aku bisa mencintaimu dengan cara yang lebih lembut,
mungkin kau masih di sini,
mengiringi langkahku."
Buku ini adalah pelukan sunyi untuk siapa pun yang pernah mencintai dan kehilangan-
bukan karena tak cukup cinta,
tapi karena tak tahu cara menjaga.
Dan kini, langkah itu harus diteruskan sendirian,
dengan bayanganmu yang terus menghantui.
Bảo Lưu Mọi Quyền