RUMAH TENGAH

RUMAH TENGAH

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 11, 2025
Apakah rumah tempatku berpulang akan sama jika saja rumah itu hilang? Bagaimana jika hidup yang selama ini aku jalani tidak lagi bisa seperti dulu saat rumahku benar-benar utuh? Kamu yang benar-benar berjanji akan selalu menemaniku, bahkan hilang pelan-pelan. Menyisakan banyak sayatan-sayatan perih yang tidak akan pernah bisa sembuh. Sekarang aku harus kemana untuk menyembuhkan luka itu. ... Rumah, 2024 "Abang tau jalan balik kan?" Tanya Harsa lewat sambungan telepon. Tidak ada sahutan dari seberang. "Abang terlalu lama pergi. Udah lama jauh dari rumah. Waktunya balik, Bang. Nggak semuanya hilang dari hidup Abang. Di rumah masih ada aku yang nunggu." Percakapan dari sambungan telepon itu seperti tidak memiliki lawan bicara. Hanya Harsa yang berbicara. Biyan yang ada di seberang hanya mendengarkan napas berat Harsa yang tidak mendapat respon darinya. "Bang, pulang. Rumah Tengah selalu jadi rumah terakhir buat Abang singgah." Tut...tut...tut. ... Cerita yang akan aku bagikan kali ini adalah cerita tentang 6 sahabat dalam melewati kehidupan mereka yang terjadi di Jalan Sayap Merah tempat Rumah Tengah berdiri tegak. Rumah Tengah berdiri untuk menopang pundak mereka yang mulai kehilangan tempat bertumpu. Rumah Tengah berdiri untuk menjadi rumah terakhir untuk keenam sahabat itu pulang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • SEPARATED BROTHER [END]
  • KISAH DI BALIK PINTU || NCT DREAM [✓]
  • Our Emergency Calls
  • PROMISE ✓
  • Eliinaa
  • Cahaya Redup [END]✓
  • OUR PROMISE
  • Tadaima

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines