Namaku di Langit Kemenangan

Namaku di Langit Kemenangan

  • WpView
    LECTURAS 27
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 16, 2025
Laila Azzahra, gadis berhati lembut kelahiran tahun 2010, punya satu mimpi sederhana tapi tak biasa: menjadi bagian dari hidup Rafael - bintang muda Timnas yang namanya selalu membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Bukan karena tampan, bukan pula karena popularitasnya. Tapi karena Laila percaya, bahwa dalam setiap langkah Rafael di lapangan, ada keikhlasan yang membuatnya jatuh cinta - bukan pada orangnya, tapi pada ketulusan yang jarang ia lihat di dunia nyata. Laila mulai menulis surat-surat tanpa alamat. Ia menyisipkan doanya dalam tiap pertandingan, berharap suatu saat Rafael akan tahu bahwa ada seorang gadis kecil di balik tribun yang diam-diam mencintai dari jauh. Hingga suatu hari, semesta mempertemukan mereka... dengan cara yang tak pernah ia bayangkan. Apakah cinta yang dimulai dari kekaguman diam-diam bisa menemukan jalannya di tengah sorak penonton dan gemuruh kemenangan? "Namaku di Langit Kemenangan" adalah kisah tentang cinta pertama yang polos, keyakinan yang tulus, dan mimpi gadis muda yang berani berharap - walau dunia hanya memberinya satu kursi di sudut tribun.
Todos los derechos reservados
#8
remajamuslimah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido