Story cover for Terobsesi Padamu by Ranixsk
Terobsesi Padamu
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
Complete, First published Jun 11, 2025
Baginya, cinta adalah segalanya. Bukan sekadar rasa, tapi obsesi yang tumbuh diam-diam-pelan, namun pasti-hingga tak ada lagi batas antara mencintai dan memiliki.

Nadira, gadis biasa dengan masa lalu kelam, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah drastis setelah bertemu Arkana, pria tampan, cerdas, dan misterius yang selalu hadir di waktu yang paling tak terduga. Perhatian Arkana membuat Nadira merasa dihargai... hingga perlahan-lahan, semua terasa salah.

Arkana tidak pernah benar-benar pergi. Ia tahu di mana Nadira berada, apa yang dia lakukan, bahkan dengan siapa dia berbicara. Semua terasa manis... sampai berubah jadi mengerikan.

Saat Nadira mencoba menjauh, obsesi Arkana justru semakin menjadi. Di balik senyumnya yang tenang, tersembunyi luka dan trauma masa lalu yang belum tersembuhkan-dan Nadira menjadi pelampiasannya.

Karena baginya...
"Jika aku tak bisa memilikimu, maka tak ada seorang pun yang boleh."

Genre: Romance, Psychological, Drama
All Rights Reserved
Sign up to add Terobsesi Padamu to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Your Are Only Mine  cover
Luka yang Tak Terucap cover
Shadow That Fades cover
Di Persimpangan Hati  cover
Can I Call You Mine? cover
NALA 2: The Storm We Called Love cover
Copy of Life cover
BAD SCENE [Completed] cover
RAKA cover
Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT] cover

Your Are Only Mine

33 parts Ongoing

"mau kamu menjerit, meminta atau bahkan memohon sekalipun tidak akan pernah aku lepaskan, kamu milikku, dan sampai kapanpun kamu hanya akan selalu menjadi milikku, sayang" ucap seorang pria sambil tersenyum dihadapan gadis yang terus menangis. "aku mohon lepaskan aku.. ini salah.. bukan seperti ini caranya.. kamu terlalu berlebihan.. aku mohon.. aku takut.." ucapnya yang terus menerus menangis dihadapan pria yang bahkan tidak memperdulikan ucapan gadis tersebut. "aku ingat disaat terakhir kali sebelum kita berpisah kau juga mengatakan hal yang sama" pria tersebut kemudian berjalan pergi hendak meninggalkan ruangan tersebut. "tunggu, terakhir kali sebelum berpisah? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" gadis tersebut berhenti menangis dan mencoba mengingat kembali tentang pria tersebut namun gadis tersebut tidak bisa mengingat soal pria tersebut sama sekali, dia yakin bahwa mereka baru bertemu beberapa bulan yang lalu dan dia tidak pernah mengucapkan bahwa dia takut dengan pria tersebut, tidak sebelum kejadian beberapa minggu ini. "pikirkan saja jawaban itu sendiri, kau pasti bisa mengingatnya" pria itu kembali berjalan dan meninggalkan ruangan tersebut kemudian terhenti dan berbalik "itu pun kalau kau masih mengingat diriku" pria itu kemudian menutup pintu ruangan tersebut dan pergi ke suatu tempat, ketempat dimana semuanya berawal. © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang