Story cover for Almost Forever by zarduhasselfrauu
Almost Forever
  • WpView
    Reads 617
  • WpVote
    Votes 469
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 617
  • WpVote
    Votes 469
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Jun 11, 2025
Anaya Zivanka percaya bahwa beberapa orang tidak ditakdirkan untuk tinggal lama, tapi bukan berarti kehadiran mereka tak membekas. Seperti Alzan Rafif-laki-laki yang datang dengan diam, tapi pulang membawa separuh jiwanya yang tak sempat diselamatkan.

Ia pernah mencintai dengan seluruh waktu yang dimilikinya-dan lebih. Tapi hidup tak pernah berjanji akan memberi akhir yang bahagia, bahkan pada mereka yang saling mencintai dengan tulus.

Lalu bagaimana jika cinta itu masih ada, tapi jalannya mulai kabur?
Bagaimana jika yang kembali bukan untuk tinggal, dan yang menunggu justru dipaksa pergi?

Di antara shift kerja yang melelahkan, pesan yang tak sempat dibalas, dan tumpukan luka yang tak diberi nama, Anaya belajar menerima satu hal: bahwa kehilangan tidak selalu datang dengan perpisahan. Kadang, ia menetap dalam hal-hal kecil yang tak kita sangka-tumbler yang tertinggal, lagu yang masih terputar, atau nama yang tetap muncul di notifikasi, meski hati sudah lama tak bersuara.

Ini bukan kisah tentang bertahan. Bukan pula tentang melupakan.

Tapi tentang bagaimana seseorang belajar baik-baik saja, meski tidak ada yang benar-benar kembali.
All Rights Reserved
Sign up to add Almost Forever to your library and receive updates
or
#23worklife
Content Guidelines
You may also like
[End] Impossible Possibility by mutiateja
56 parts Complete
Pernah dengar istilah "First Love Never Dies"? Naura Alraisa Anhar sudah paham betul makna istilah yang satu itu. Selama belasan tahun, ingatan tentang cinta pertama itu selalu melekat di pikirannya. Tidak pernah mati dan mengikutinya ke mana-mana. Ingin dilupakan pun percuma. Andil pria itu terlalu besar dalam hidupnya. Seandainya mereka dipertemukan lagi, Naura cuma ingin mengumpatnya, memukulinya, mengkremasinya, lalu membuang abunya ke laut. Namun berhubung itu terlalu ekstrim, Naura berharap sebaiknya mereka tidak usah bertemu saja selamanya. Aneh? Tentu saja tidak. Memangnya siapa bilang cinta pertama harus selalu tentang bunga-bunga, debar bahagia dan lagu-lagu romantis? Bagi Naura cinta pertamanya tidak lebih dari neraka, aib dan kebodohan, dan semua itu bersumber dari satu nama. Rafisqi. Apapun yang terjadi, Naura berharap jalan mereka tidak pernah lagi bersinggungan. Sebab walaupun semua selalu bilang "Nothing's Impossible", untuk Naura ada ketidakmungkinan yang selamanya akan tetap tidak mungkin. Ketidakmungkinan itu adalah jatuh cinta lagi pada Rafisqi. Sayangnya selama tiga bulan Naura tidak punya pilihan selain membiarkan Rafisqi berkeliaran di dekatnya. Dengan terlambat dia menyadari bahwa '3 bulan' ternyata mampu mengungkapkan lebih banyak rahasia dibanding '12 tahun' ================================= Mulai : 24 Juli 2018 Selesai : 1 September 2019 ================================= 🎖Cerita Terpilih Reading List "Benang Merah" @WattpadChicklitID, Februari 2021 🎖Cerita Terpilih Reading List @metropopindonesia, Agustus 2019 🎖Highest Ranking: #1 Chicklit (261219) #5 Romance (301219) . #AuthorNote If you reading this story on any other platform OTHER THAN WATTPAD, You're very likely to be at risk of a MALWARE ATTACK. If you wish to read this story in it's ORIGINAL, SAFE, FORM, PLEASE GO TO: https://my.w.tt/AD7MVgdFF7 IMPOSSIBLE POSSIBILITY ⓒ2018, mutiateja
You may also like
Slide 1 of 6
As Possible  cover
[End] Impossible Possibility cover
Love for Autumn cover
LUSTFUL VIOLENCE cover
My Princess cover
After We Divorce [New Version] cover

As Possible

45 parts Complete Mature

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.