110 daftar keinginan zee

110 daftar keinginan zee

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Zee Qalista Dzaqueen. Seorang gadis berusia 17 tahun yang lahir dalam keluarga kaya raya dan nyaris sempurna di mata dunia. Hidupnya dikelilingi oleh kemewahan, status sosial tinggi, dan keluarga sukses-ayah seorang CEO, ibu desainer terkenal, serta dua kakak yang luar biasa. Namun di balik semua itu, Zee merasa kosong. Ia merasa tak benar-benar hidup. Ia menjalani hari-hari bukan sebagai dirinya sendiri, melainkan sebagai boneka yang harus selalu tampil sempurna. Di tengah tekanan dan kebosanan hidup yang "ideal", Zee menyusun sebuah daftar berisi 110 keinginan. Bukan sekadar keinginan biasa, tapi impian-impian gila, spontan, kadang konyol, kadang berbahaya-semuanya ditulis sebagai bentuk perlawanan terhadap dunia yang mencoba mengaturnya. Dari hal kecil seperti makan di warung kaki lima, hingga melakukan aksi nekat seperti menyelinap ke acara geng motor, semuanya ia tulis dalam daftar rahasia itu. Bersama sahabat sejatinya, Fenata Zyanda, dan kekasihnya yang nakal tapi setia, Evan Giondra, Zee mulai mewujudkan satu per satu keinginan dalam daftar itu. Tapi langkahnya tak mulus. Ada Jema Celine, gadis ambisius yang terobsesi pada Evan dan ingin menghancurkan hubungan mereka. Bersama temannya, Hilda, yang membenci Fena karena cemburu terhadap kedekatannya dengan Mahen-salah satu anggota geng motor-mereka mulai menyusun rencana jahat yang bisa membahayakan nyawa Zee dan Fena. Semakin banyak keinginan yang tercapai, semakin dalam pula Zee menggali siapa dirinya yang sebenarnya. Di antara cinta, persahabatan, pengkhianatan, dan ancaman, Zee harus memilih: menjalani hidup sesuai keinginan orang lain, atau berani menulis takdirnya sendiri, meski harus membayar dengan luka... atau kehilangan. Karena hidup hanya sekali, dan baginya... 110 keinginan itu bukan sekadar daftar. Itu adalah jiwanya yang selama ini terkubur.
All Rights Reserved
#266
konglomerat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KITA, RUMAH SEBENARNYA
  • The Cleo & Love
  • πŠπ„ππ“π€π‘π€ : πŽπ›π¬πžπ¬π¬π’π¨π§ 𝐎𝐟 π‹π¨π―πž
  • LOVE IN HEA(U)RT [End]
  • DI HARI KELULUSAN
  • DREIMORA
  • DEVIAN [ END ]
  • Bintang

Cerita ini mengisahkan seorang gadis bernama Keina, yang di masa kecilnya memiliki dua sahabat dekat, Kastara dan ???. Persahabatan mereka harus terpisah ketika Keina pindah ke Jakarta karena pekerjaan orang tuanya. Kepergian itu meninggalkan luka di hati mereka, terutama karena Keina berhenti berkomunikasi tanpa penjelasan. Takdir mempertemukan mereka kembali di masa SMA, di tengah berbagai konflik dan misteri kehidupan remaja. Di sekolah baru, Keina bertemu dengan teman-teman lain yang juga memikul beban dari keluarga mereka masing-masing. Bersama-sama, mereka menemukan kekuatan dalam persahabatan, saling mendukung tanpa memandang perbedaan. Keina, gadis cantik, tegas, dan pintar, menjadi sosok yang dikagumi banyak pria. Namun, di balik senyum cerahnya, ia menyimpan masa lalu kelam yang tak banyak diketahui orang. Luka dari perpisahan orang tuanya dan kesendirian di masa kecil menjadi bayang-bayang yang terus menghantuinya. Di sisi lain, Kastara, kini menjadi seorang remaja yang pemberontak, dan menjadi pemimpin geng motor bernama The Conquest Boys. Dikenal dengan julukan "Bunglon yang Sadis," Kastara hanya menunjukkan sisi lembut dan jujurnya kepada sahabat-sahabat terdekatnya. Bagaimana pertemuan mereka akan mengubah hidup masing-masing? Apakah luka lama bisa terobati, atau justru semakin terbuka? Akankah persahabatan mereka kembali utuh di tengah badai masalah yang terus berdatangan? Ikuti kisah mereka yang penuh emosi, rahasia, dan perjuangan di cerita ini. Jangan lewatkan setiap babnya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines