Serenade

Serenade

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 31, 2025
Arga hidup dalam sunyi. Musik adalah pelariannya, sebuah melodi untuk melepaskan emosi. Ia memainkan lagu-lagu sendu di sebuah kafe, tanpa niat untuk didengar oleh siapapun hingga... Nadine datang. Nadine, gadis yang selalu duduk di sudut kafe dengan buku sketsa di tangan dan mata yang menatap kosong seolah ingin selalu mengabadikan tiap momen dalam sketsa. Ia mendengarkan setiap lagu Arga, membaca setiap kesedihan di balik petikan gitarnya. Mereka jatuh cinta bukan lewat kata, tapi lewat melodi. Dari situ lahirlah Serenade, lagu yang Arga ciptakan hanya untuknya. Namun, cinta mereka bukan kisah yang ditulis untuk selamanya. Nadine menyimpan rahasia yang tak bisa disembuhkan. Tentang tubuh yang melemah dan waktu yang terus berjalan tanpa bisa dihentikan. Serenade adalah kisah cinta yang lembut, memilukan, dan puitis. Tentang dua jiwa yang bertemu, berbagi, dan berpisah dalam nada. Sebuah novel yang akan membuatmu percaya bahwa meski seseorang pergi, cintanya bisa tetap tinggal dalam sebuah lagu.
All Rights Reserved
#731
depresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • H-30 (Freenbecky)
  • Senandika
  • Serenada Serena [ON HOLD]
  • Melody ✓
  • RAGA
  • Jendela Senja
  • The Cupcake Promise
  • Antara Lagu dan Buku
  • The Rhythm Of Us

Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines