Pulang dari Kaca Etalase | SELESAI

Pulang dari Kaca Etalase | SELESAI

  • WpView
    Reads 529
  • WpVote
    Votes 173
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Tue, Sep 2, 2025
Apakah semua perempuan harus terlihat 'cantik'? Apakah pulih selalu berarti kembali seperti dulu? Rara tidak sedang mencari sorotan. Ia hanya ingin bertahan. Setelah sakit yang merenggut banyak hal, ia masuk ke dunia yang penuh warna-FSRD, tempat orang-orang merajut mimpi. Tapi di balik kain-kain yang dipotong, di antara sketsa dan etalase, ada luka yang belum selesai ia jahit. Ia belajar percaya lagi. Pada tubuhnya. Pada waktu yang tak bisa diulang. Pada orang-orang yang menggenggamnya tanpa banyak tanya. Dan pada cinta yang hadir perlahan, seperti benang tak terlihat yang menyatukan potongan-potongan dirinya. Ini bukan tentang jadi kuat. Ini tentang menerima bahwa kita tetap berharga... bahkan saat belum utuh sepenuhnya. Karena pulang, barangkali bukan tempat-melainkan keberanian untuk melihat diri sendiri, lalu berkata: "Aku tetap layak dicintai, bahkan dengan semua bekas yang kubawa." --- EVENT JAMUAN PENERBIT LOVRINZ start: 8 Juni 2025 finish: 8 Juli 2025 terbit cetak:
All Rights Reserved
#505
pertemanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • As Possible
  • sraddah (on going)
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • LOVE in SILENCE
  • MAS SUAMI (END)
  • Fase dalam Lingkaran [Selesai]
  • Happiness [End]
  • Pricked - Junhoe X Dahyun[✔]
  • Don't Leave Me (TAMAT)

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines