9 September

9 September

  • WpView
    Reads 339
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 4, 2025
"Jayden Bhadrapala Yap Alvares nama yang bagus." gadis kuncir ekor kuda menatap wajah laki laki disampingnya dengan senyum lebar. "Iya, ada arti yang sangat bermakna." "oh ya?." "Kalau boleh tau apa artinya?." tanya gadis itu kepo menatap bingung kearahnya "Kalau kata Mama Jayden artinya Anugerah Tuhan, sedangkan Bhadrapala itu dalam ajaran Buddha artinya pelindung kebaikan dan terakhir Yap Alvares itu nama keluarga gue. Yap nama marga gue sedangkan Alvares nama Papa." Gadis di sampingnya itu tampak menggemaskan Dimata laki laki itu, mendengar penjelasan Jayden sambil mengangguk anggukan kepalanya yang terlihat lucu di mata Jayden. "Sweet girl." "Kalo nama Lo?." tanya Jayden balik kepada gadis itu. "hmmm... aku kurang tau sih soalnya gak pernah tau arti nama aku, gak pernah nanya juga ke Mami." "Kalau gak salah ya, hm...Tjoeng itu sama kayak kamu marga keluarga, setau aku sih Aletheia Margaretha itu di ambil dari buku nama nama orang katolik kata Mami sih gitu aku kurang tau juga sih." "Dari sini aja sudah kelihatan ya dua nama yang tidak akan pernah bisa bersatu. Sampai kapanpun Shalom bukanlah jawaban dari Namobuddhaya." senyum keduanya yang awalnya bahagia perlahan pudar mendengar tutur ucapan Jayden. Benar mereka beda tidak akan pernah sama sampai kapanpun.
All Rights Reserved
#156
fatqeel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • RAIN
  • Pretty Careless
  • Assalamualaikum Cinta
  • ASAVELA KIARA
  • ARTAN
  • With you Forever
  • Cinta Yang Hilang (On Going)
  • Hati Yang Retak || Alwi Assegaf [End]✔

Asa menatap sendu sang Mama, perlahan tangannya menggenggam Lita sang Ibunda. "Asa lelah, Ma. Seperti halnya nama Asa, yang berarti harapan. Asa memiliki satu harapan untuk Mama. Asa pengen Mama bangun dari koma, di saat Asa sedang putus asa dan yang lain pergi dari Asa, Asa ingin di peluk Mama, kaya temen-temen yang lain." kata Asa untuk Mama Litania. * "Gak apa-apa kalo Papa gak selalu ada dan gak anggep Asa sebagai anak Papa. Tapi satu hal yang harus Papa tau, kalo Asa sayang... banget sama Papa." jedanya lalu menundukkan kepala menatap sepatunya. "Papa adalah pahlawan terbaik dalam hidup Asa. Bagaimana pun keadaannya, Papa tetap pahlawan terhebat dalam hidup Asa." kata Asa untuk Papa Galang. * ''A-Asa titip salam say-yang un-tuk Ma-ma ... Pa-pa d-dan Ba-Bang Ad-am.'' lirih Asa dengan suara bergetar. Alzan menggeleng kuat mendengar ucapan Asa, ''Kamu bisa sampein langsung semua akan baik-baik aja, kamu jangan bicara dulu ya?'' desak Alzan merasa takut. Asa tersenyum mendegar ucapan Alzan. ''G-Gus Al, to-tolong b-bimbing As-sa.'' lirih Asa pelan dengan suara terputus-putus. Mata Alzan terpejam kuat mendengar permintaan Asa. ''G-Gus ... '' lirih Asa sangat pelan. Alzan membuang napas nya perlahan lalu menguatkan hatinya menatap Asa yang tersenyum dengan darah yang terus mengalir di bagian kepala, wajah dan bagian lainnya. "Ikutin saya, Ya? Ayshadu An-la ilaha illallah ..." "Ayshadu An-la ilaha illallah ... " lirih Asa. "Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah." "Wa-Wa Ayshadu An-na Mu-muhammada Rasulul ... lah ..." ucap Asa sangat pelan sebelum akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines