REPEAT

REPEAT

  • WpView
    LECTURES 72
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., juil. 23, 2025
lyenafaa adalah seorang gadis kelas 1 SMK dengan banyak cerita kisah percintaan dan persahabatan. Hingga suatu saat masa lalunya itu datang menyembuhkan luka yang Lyenafaa miliki. Perasaan yang kosong, kebingungan disaat itu, membuat Lyenafaa tidak tahu harus berbuat apapun kecuali menunggu takdir yang baik datang padanya. "Aku ingin damai." kata-kata itu yang keluar dari mulut Lyenafaa. Kata-kata yang menggambarkan harapan besar pada dirinya untuk damai tentang makna apapun dari sebuah takdir. Semua berawal dari dia yang tidak akan pernah mengerti apa-apa.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • APRIL
  • Erlangga
  • DRABIA [END]
  • RAKA
  • Juan [REVISI]
  • Love Melodies [END]
  • Pulang Tanpa Kembali
  • One Day With Linka (COMPLETE)
  • FATE [END] ✔
APRIL

"Oadhira katahuilah aku tidak pernah mati dalam hidupmu.saat kau menangis untukku disitulah aku akan selalu tersenyum menatapmu dari kejauhan" April adalah cowok paling misterius yang pernah ku temui di bumi ini, entahlah aku selalu berfikir apakah ada manusia lain yang persis seperti dirinya di bumi bagian lain, yang pasti aku selalu ingin berhenti menangis ketika melihat dia senyum ke arahku yang sedang bersedih. "April aku tau kau kesakitan saat berusaha menghibur ku dalam tangis,tapi kenapa kau bertahan saat aku membelakangimu bahkan mengabaikan mu, apa kau sekuat itu untuk aku yang tidak tau diri ini" "Oadhira sejauh apapun aku darimu saat melihatmu terluka aku takluk,air mata mu seakan memanggilku untuk menghapusnya, jangan menangis untukku" "Aku oadhira manusia terbodoh " "Oadhira aku selalu merintih kesakitan tiap malam penyakit ganas ini ingin meranggutku darimu, tapi sampai detik ini kau masih berhasil mengalahkannya, setiap aku bangun pagi hari aku seakan terpanggil untuk menemuimu di sekolah"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu