TEROR : Mimpi Buruk

TEROR : Mimpi Buruk

  • WpView
    Membaca 1,004
  • WpVote
    Vote 140
  • WpPart
    Bab 34
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jan 21, 2026
⊱───────๑ஓஇஓ๑───────⊰ Judul : TEROR : Mimpi Buruk Penulis : Ucu Irna Marhamah Urutan membaca series : • KAMAWU • TEROR : Mimpi Buruk • SOSOK : Kamawu 2 ⊱───────๑ஓஇஓ๑───────⊰ Setelah Johan, Gabby, Bella, Rini, dan Devian berhasil lolos dari kejaran warga Desa Kamawu, mereka mulai membuka lembaran baru di Jakarta. Begitu pula dengan Yudis dan Toni yang telah meninggalkan desa kelahiran mereka setelah melakukan pemberontakan. ⊱───────๑ஓஇஓ๑───────⊰ ⚠️ SELURUH HAK CIPTA DILINDUNGI OLEH UNDANG-UNDANG. ⚠️ ⊱───────๑ஓஇஓ๑───────⊰
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#43
kampung
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • BINTARI [TAMAT]
  • MALAM SATU SURO [TAMAT]
  • ALLASSO (END)
  • TAGIHAN PERJANJIAN LAMA - DESA HAWA TIIS || 97L
  • Genya x Readers [KnY] [Tamat]
  • [End] Temukan Aku, Nak!
  • KUTUKAN KEDOK PANJI [Complete]
  • Indagis 2: Sumatera Arc
  • Girl In Novel

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan