Crossed: Seen by You, But Not Really

Crossed: Seen by You, But Not Really

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 10, 2025
Some people cross your path once- and you carry the feeling forever. Dalam momen-momen sunyi di bangku gereja yang diduduki bersama, dalam tatapan singkat yang cepat berlalu, dan cerita Instagram yang hanya terlihat setengah, aku bertemu dengan para lelaki yang tak pernah benar-benar mengenalku. Noel, yang aromanya seperti segala sesuatu yang pernah begitu kuinginkan. Darren, yang wajahnya menggema seperti masa lalu yang belum sepenuhnya bisa kulepaskan. Dan Ezra, yang melihatku-sebelum aku siap untuk terlihat They saw parts of me... but not really. Ini adalah cerita tentang nyaris dan mungkin. Tentang perasaan yang tak terucap, tanda yang salah diartikan, dan hati yang menjangkau jarak yang tak terlihat. Not quite a love story. But a story of loving---quietly, deeply, imperfectly.
All Rights Reserved
#40
noel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines