Nayanika
  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 12, 2025
Apakah menikah harus punya anak? Apakah anak adalah sumber kebahagiaan? Kita perlu meluruskan kesalahan berpikir ini, sebab hidup tidak pernah ideal bagi siapa saja. Tapi, bersamanya adalah hidup yang aku mau. Nayanika. Aku bertemu dengannya di suatu pagi yang sibuk di sebuah kedai kopi langganan. Hari itu, aku sudah sangat terlambat ke kantor, namun sialan suara gadis itu sungguh membiusku. Sebuah kartu penting jatuh dari sakuku dan dia berlarian di sepanjang parkir yang padat untuk mengembalikannya. Lalu hari-hari berikutnya, kami selalu bertemu di waktu yang sama. Percakapan pendek-pendek itu menjadi serangkaian kalimat panjang yang menyenangkan. Mengenal dan menikah dengannya adalah the best thing dalam hidupku. Sampai satu hari, tepat di hari anniversary pernikahan kami yang pertama, ucapan Nayanika membuatku sungguh terhenyak. Gadis pemilik manik mata seindah aurora itu adalah sempurna yang memiliki rapuhnya sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FOREVER || myg x y/n (END)
  • Mahligai Sunyi
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Empty | 00L NCT Dream
  • The Divorce Paper
  • Way To You (END)
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Antara aku dan dunia

"Kita baru menikah dua bulan, bagaimana mungkin kau bisa hamil secepat ini, Y/n?" -Yoongi- "Bukankah seharusnya kita bahagia? di luar sana, banyak pasangan yang menghabiskan waktu sangat lama untuk memiliki anak. Tapi kita diberi hadiah secepat ini, Yoon" -Y/n- "Aku bahkan belum terfikirkan untuk memiliki anak dalam waktu dekat. Apa alat tes kehamilan sudah akurat? bisa saja alat itu salah. sebaiknya kita periksa ke dokter kandungan." -Yoongi- "Kalau kehadiran anak ini membuat kita bertengkar terus, aku lebih milih anak ini hilang dari kandunganku." -Y/n- "Aku dan istriku harus menunggu sampai tiga tahun untuk kehadiran Kim Yeo Joon di hidup kami. Kau dan Y/n sangat beruntung, Hyung" -Namjoon- "Pria mana yang tidak bahagia ketika istrinya hamil? Aku bahagia. Namun rasa takutku ini jauh lebih besar. Aku takut gagal menjadi sosok Ayah yang baik untuk anakku." -Yoongi- "Aku cemburu. Bukan karena penggemarmu. Bukan pula karena berita dating yang dibuat-buat oleh penggemarmu. Tapi Aku cemburu dengan wanita diluar sana yang bisa leluasa menghabiskan waktu bersama suaminya, yang bisa mengunggah setiap momen di sosial media tanpa perlu memikirkan perasaan orang lain. Aku ingin seperti pasangan suami istri pada umumnya. Bisakah kita seperti itu?" -Y/n- "Dari awal kau sudah tau apa pekerjaanku dan konsekuensi menikah dengan orang sepertiku. Aku pernah bertanya padamu saat malam pertama pernikahan kita tentang hal ini. Dan kau bilang tidak masalah, kau tidak merasa keberatan. Lalu mengapa saat ini dipermasalahkan? Sejujurnya, Aku pun tidak menginginkan situasi seperti ini. Aku bahkan ingin sekali memberitahukan kepada seluruh dunia tentang statusku, tentang keberadaanmu dan semua hal yang sudah kita lalui. Tapi Aku belum bisa melakukan itu sekarang. Mohon bersabarlah istriku. Hari itu pasti akan tiba. Hari dimana Aku memperkenalkanmu ke seluruh dunia." -Yoongi-

More details
WpActionLinkContent Guidelines