Surga Asap dan Mie Instan

Surga Asap dan Mie Instan

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 1, 2025
Rumah seharusnya menjadi tempat pulang yang nyaman. Tapi bagi Alya, rumah adalah medan perang-dengan asap rokok yang menggantung di langit-langit, suara bentakan yang lebih tajam dari pisau, dan mie instan yang jadi simbol keputusasaan. Di antara dinding kayu yang lapuk dan impian yang mengambang seperti asap kehidupan, Alya berusaha bertahan. Tentang menjadi waras di tengah lingkungan yang tak pernah benar-benar memberi ruang untuk bernapas. Tentang seorang gadis yang memilih bertahan... ketika diam pun bisa membuatnya hilang arah. Saat Alya dihadapkan pada dua pilihan: bertahan dan melawan demi masa depan, atau menyerah dan menjadi bagian dari lingkaran takdir yang sama seperti ibunya... keputusan kecil itu bisa mengubah segalanya. Tapi mampukah dia terus bersuara di tengah keluarga yang menganggap perempuan seperti patung-atau justru membungkamnya?
All Rights Reserved
#145
pahit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH KITA
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • Shraddha : Bisikan dari Lorong Tua
  • Labirin Hati
  • LUKA ALLEA
  • ALEENA'S LIFE
  • Di Balik Kacamata Rey

Rumah adalah tempat ternyaman dikala, hati dan jiwa kita runtuh. disaat Tenga kita habis untuk dunia ini .di saat kita capek hadapi seluruh dunia ini, rumah tempat ternyaman saat kita pulang tapi, bagaimana kalo rumah itu sendiri .bukan tempat, ternyaman untuk diri kita sendiri. maka seluruh, tubuh kita sudah hancur jikalau rumah yang selama ini tempati , di besarkan, hanya menjadi rumah singgah saja bagi diri kita bukan menjadi rumah kita. itulah yang dirasakan oleh Asyifa Zahra Wijaya di saat usia nya 12 tahun dia sudah merasakan lelah dalam hidup nya . bahkan sampai dewasa pun di Masi sama mengatakan lelah dalam hidup nya. " ya Allah aku menerima dengan takdir yang kujalani saat ini. tapi aku cuma minta satu tolong jangan samakan ,takdir ku ini dengan ,bayi yang ku kandung ini. cukup aku saja" ujar Syifa dalam doa nya " Rumah itu bukan tentang rumah yang dibangun dengan kayu, atau rumah yang dibangun dengan bata ,tapi rumah yang di bangun oleh kedua orang tua .maksudnya, rumah itu seperti orang tua dialah pokok rumah kalian ,atap dan tiang itu bagaikan kedua orang tua, dan anak-anak adalah dinding nya rumah itu , itulah rumah yang sebenarnya " ujar ustadz Yusuf dalam kajian nya __________ TIDAK SEMUA RUMAH ITU ADALAH TEMPAT TERNYAMAN! AISYAH" tegas siyfa dengan nada keras Aisyah hanya terdiam sambil matanya terus menatap siyfa yang tengah bersandar di dinding yang tak henti - hentinya menangis sambil sesekali memukul dadanya . " Aku capek " " Aku capek" " Aku capek" ujar siyfa tiga kali menatap Aisyah dengan mata yang sembab . _______ jangan dilihat ajak yuk baca buat yang merasa keluarga broken home semangat melanjutkan hidup ❗ini bukan tentang kita lemah tapi ini tentang cara melanjutkan hidup kita

More details
WpActionLinkContent Guidelines