April 1-100

April 1-100

  • WpView
    Leituras 113
  • WpVote
    Votos 35
  • WpPart
    Capítulos 96
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jun 14, 2025
April selalu datang sebagai musim antara: bukan benar-benar akhir, bukan sungguh-sungguh awal. Ia membawa hujan dan cahaya bersamaan. Dalam bulan ini, kenangan tumbuh seperti jamur di sela-sela sunyi. Kumpulan sajak ini lahir dari luka, kehilangan, rindu, dan pelan-pelan-pemulihan. Ada getir, ada diam, ada yang tak sempat dikatakan. Namun lewat kata-kata, barangkali kita bisa mengurai benang kusut yang ditinggalkan seseorang. Ini bukan buku untuk menyalahkan. Ini adalah buku untuk mengingat, lalu melepaskan. Satu demi satu. Perlahan.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • A Love Lost Beneath the Blue
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Kisah Kita Dan Hujan
  • Balada Syair Sunyi
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • Aksa Amerta
  • Skenario Pematah Hati
  • Fade into the Moonlight [Selesai]

"Sebenarnya, siapa yang lebih aku butuhkan? Dia yang nyata di hadapanku, atau seseorang di masa lalu yang tak bisa kugenggam kembali?" Pertanyaan itu terus menggantung di udara-seperti kabut pagi yang enggan sirna, menggumpal di antara detak waktu yang tak pernah memberinya jawaban. Himeka Ocean, seorang perempuan yang terperangkap di antara bayang masa lalu dan kenyataan yang tak lagi ia pahami. Ia melangkah, namun hatinya terhenti di satu titik: di antara melupakan, atau terus terjatuh dalam jerat kenangan yang tak mau lepas. Di sisi lain, seorang lelaki, ia menjadi peneduh di bawah badai. Ia tinggal, bukan sehari atau dua, tapi bertahun-tahun. Ia mengusap air mata yang tak selalu terlihat, menjadi saksi luka yang tak pernah sembuh, menjadi penjaga dalam sepi yang tak pernah berakhir. Tapi bagi Himeka, itu belum cukup. Bukan karena ia tak bersyukur, tapi karena ada sesuatu yang terus dicari, terus dirindu-seseorang yang hanya hadir dalam lamunan-lamunan panjang dan sunyi. Malam demi malam, ia menelaah hatinya-seperti membaca buku tua yang penuh debu dan sobekan. Ia mencari, di setiap sudut yang pernah ia tutup rapat. Siapa yang selama ini ia tunggu? Cinta seperti apa yang hatinya dambakan? Apakah akhirnya Himeka Ocean akan menemukannya? Atau justru takdir menuntunnya membuka lembaran baru-dengan tangan gemetar namun tekad yang perlahan terbit dari reruntuhan dirinya?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo