Rafezza
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 12, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Buku ini mengabadikan para tokoh yang tak bisa bersatu dengan pilihannya di kehidupan asli mereka. Biarkanlah perasaan mereka berkelana bebas di cerita ini, karena di dunia asli perasaan mereka terlalu lama terjerat hingga berharap perasaan mereka mati sendiri. - Cinta itu bukan tentang siapa yang bisa memilikinya, tetapi siapa yang mampu mengikhlaskannya. Sebenarnya, Syara lelah menjadi cegilnya Ezza. Tapi mau berhenti, bagaimana caranya? ‐ "Usaha gue mengkhianati hasil Cy, Yo. Udah dua tahun gue ngejar dia, tapi enggak pernah dilirik sama sekali. Mau ngelupain, tapi caranya gimana?" "Ya, ikhlasin aja. Cinta itu bukan cuma perkara mengusahakan, tapi juga mengikhlaskan." "Terus, usaha gue dua tahun ini sia-sia, dong?" "Siapa suruh ngejarnya brutal banget, capenya banyak tapi hasilnya minim. Sekarang lo tinggal pilih aja. Mau terus ngejar dia tapi cuma dapet lelahnya, atau ikhlasin dan biarin dia bahagia dengan jalannya sendiri?" - Hanya sekumpulan kata yang dirangkai menjadi sebuah kalimat, tapi bagi Syara itu adalah pisau tajam yang menancap telak di relung hatinya. Itu hanya sekedar tanya, namun jawaban tak kunjung menyapa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN BEGINI (Tamat)
  • When Two Hearts Collide
  • Not Me & Not Mine
  • Falling for You - TERBIT
  • HUSBAND [END]
  • GUNFA
  • Abidzar
  • Eraser #YOURKIDUCE ✔
  • The Perfect Strangers

Aku telah melakukan banyak perjalanan dari satu cerita ke cerita lainnya sebagai antagonis. Misiku hanya satu, memastikan tokoh utama perempuan menderita sesuai dengan naskah asli. Satu, kucing putih yang bisa bicara sekaligus penanggung jawab isekai milikku, memberiku banyak bantuan. Mulai dari dunia vampir, petarung sinting, sampai novel picisan. Segalanya kuselesaikan dengan tuntas, sesuai perjanjian dengan Satu. Seharusnya bila tugas terakhirku, misi nomor seratus, selesai maka aku akan dijanjikan boleh hidup sebagai orang berkecukupan, superberuntung, dan jauh dari kesialan apa pun. Seharusnya! SEHARUSNYA! "Mohon maaf, kuota bagi penerima paket untung sudah habis," Satu menginformasikan. Tentu saja aku marah. Rasanya seperti kena scam mentah-mentah. Seratus misi. Bermacam kegiatan sinting. Dedikasi yang tidak terbayarkan. Aku menuntut ganti rugi, tapi Satu berkata bahwa kepala isekai tidak menerima keluhan. "Ya sudah, hidup di sini saja." Gampang sekali Satu bicara. Hidup di sini. Di cerita keseratus. Di sebuah novel picisan CEO sinting. Aku bahkan berani taruhan bahwa penulis tidak melakukan riset sama sekali. Oh itu belum termasuk fakta bahwa aku, si pelaku kejahatan dalam cerita, akan mati di tangan tokoh utama pria karena telah merugikan kekasih impiannya. Aku, bukan orang lain. Bukan Satu si kucing gembul biang kerok. Aku! "Buhuuuu apa kamu nggak bisa mempertimbangkan diriku sebagai asisten rumah tangga?" Apa yang bisa kulakukan? Iya, tepat sekali. Hadapi racun dengan racun. Alias, kubuang harga diri dan lari mencari belas kasih dari Bos Antagonis, Mr. Villain, Big Boss. Inilah yang terbaik, 'kan? Benar, 'kan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines