Surat dari Tanah  (ongoing)

Surat dari Tanah (ongoing)

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 21, 2025
WpInfo
Fiction
Historical
"Kalau kau baca ini, mungkin aku sudah hilang... entah di antara tanah yang retak, atau di antara berita yang dibungkam." Namanya Raka Dirgantara. Mahasiswa. Aktivis. Anak biasa dari keluarga biasa. Tapi negara yang katanya demokratis ini membuat hidupnya jauh dari kata "biasa". Ia tumbuh di tengah rezim yang mengaburkan mana hukum, mana kuasa. Di mana anak presiden bisa jadi wakil presiden, dan menteri bisa bicara ngawur tiap hari tanpa pernah diminta turun. Tiap pagi, Raka menyaksikan hutan dibabat. Malamnya, ia mendengar kabar jurnalis di teror kepala babi. Lalu esoknya, semua hilang dari pemberitaan. Seolah tak pernah terjadi. Lalu, ia menulis. Untuk tanah yang terus dibungkam. Untuk sahabatnya yang hilang. Untuk cinta yang tak sempat disampaikan. Untuk kebenaran yang ingin dia perjuangkan meski tahu: "Negara ini tidak butuh benar, hanya butuh bungkam." Tapi... bagaimana jika tulisan itu yang akhirnya membuatnya diincar? 📍Untuk kamu yang lelah melihat negara dibajak oleh yang seharusnya melayani.
All Rights Reserved
#78
hukum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Sweet Polar Husband [End]
  • 𓍢ִ໋🀦⊹ ࣪destiny and the moon⊹ ࣪ ˖࣪ ִֶָ☾. [Countryhuman]
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • My Duchess / End
  • ASRAR [TERBIT]
  • Thirteen Grooms And The 'Secret' Bride [CH]
  • The Last Birthday With You
  • #TimRusuh •ו Lokal AU
  • JAM 3 SORE
  • ALEYA~~

Baru pertama kali petualang ke gunung niatnya melepas penat, eh malah hampir jatuh ke jurang. Untung aja selamat, tapi malah berakhir lebih parah di suruh nikah dalam keadaan ngawur. "Aduh, Ya Allah hamba masih banyak dosa dan sering nakal sama orang tua. Belum rasain nikah juga. Jangan engkau cabut nyawa hamba dengan tragis begini."ucap gue panik sambil memegang ranting erat sambil sesekali berteriak keras meminta tolong berharap ada yang mau tolongin gue. "Oke lo tenang dulu. Tarik napas dulu rileks. Habis itu pegang tangan gue erat."ajak Mas Reza ke gue dengan memenangkan. "Ini gue mau mati Mas. Gak bisa tenang woyy. Gue belum rasain nikah nih."balas gue ngegas padahal masih tegang antara hidup dan mati. "Pegang erat cepat."bujuk Mas Reza ke gue yang akhirnya gue berhasil meraih tangan Mas Reza. Brukkk "Astaghfirullah. Dasar anak muda zaman sekarang, sempatnya di hutan berbuat mesum. Kalau begitu kalian wajib di nikahkan sekarang! Jangan sampai nenek moyang leluhur di sini murka." "Yaelah Pak. Saya ini hampir aja mati di jurang. Saya saja gak ada hubungan sama Mas ini." "Pokoknya kalian harus ikut kami sekarang juga! Sebelum itu hubungi keluarga kalian!" SAH..!!! Seketika dunia kejombloan gue berakhir dengan nikah di desa terpencil tanpa wali orangtua gue. Berakhir purna sudah masa lajang gue bersama Mas Reza yang kalemnya masyaAllah dan cerdasnya kebangetan. Cerita ringan konfliks ya gengs😎 Yuks baca tambahkan ke perpustakaan kalian. Bila berkenan beri vote dan komentar bijak. Terima kasih🤗 Asli karya sendiri anti plagiat dan tidak menerima karya ini diplagiat! Start : 16 Juli 2020 Finish : 7 Oktober 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines