Menangislah, Semesta.

Menangislah, Semesta.

  • WpView
    Leituras 55
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jun 26, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
"Walaupun engkau menangis, Semesta. Dunia tak akan berubah, sama sekali." Aku tak tahu, mengapa aku harus lahir ke dunia ini. Kehadiranku di dunia ini, hanya dianggap kutukan. Selama hampir 16 tahun aku hidup, hampir mustahil rasanya aku mendapatkan kasih sayang. Semuanya, orang tua, keluarga, guru, negara, bahkan dunia pun seolah membenciku. Dari kecil, aku tak pernah merasakan rasanya mempunyai teman, apalagi sahabat. Mereka semua menjauhiku. Berkali-kali aku mencoba untuk melakukan bunuh diri, mungkin hampir enam kali, namun gagal. Walaupun dunia seolah membenciku, namun dunia tidak ingin aku mati dengan keadaan yang menyedihkan. Tidak ada basa basi, jika suka bisa langsung vote. Drop your comment if there's feedback for my story. Thank you! Slow update ❗
Todos os Direitos Reservados
#824
kasihsayang
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Heyu : Second Gear
  • El and Jerganio (End)
  • GUMI [Completed]
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • President's Wife
  • MORSE : POSSESSIVE EX
  • Skyline Marriage
  • The Cold Ceo's Hidden Heir ( END )
  • Kamu Hanya Milikku

Heyu hanyalah satu dari miliaran manusia yang lahir tanpa keberuntungan. Terlahir dari keluarga yang hancur tidak membuat mentalnya runtuh-justru di situlah otaknya belajar bergerak lebih cepat dari siapa pun. Saat orang lain menyalahkan nasib, Heyu mencari jalan keluar. Saat hidup menekannya, ia menekan balik. Ketika ia sudah mendapatkan semuanya. Tuhan kembali mempermainkannya. Tanpa peringatan, jiwanya dikirim ke tubuh orang lain. Tidak masuk akal? Memang. Tapi itulah yang terjadi. Kini Heyu harus memulai lagi dari nol. Bukan dari gigi satu- melainkan gigi dua. Karena ini bukan pertama kalinya ia jatuh. Dan di kesempatan kedua ini, ia tidak lagi belajar bertahan- ia sudah tahu cara melaju. SECOND GEAR.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo