CEMAF

CEMAF

  • WpView
    Reads 197
  • WpVote
    Votes 119
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 9, 2025
menceritakan tentang seorang gadis cantik,manis dengan bola mata yg berwarna biru langit, tapi dia juga memiliki sifat yg tidak mudah di sentuh, dia adalah seorang gadis yg dingin,cuek, mandiri, dan pintar. dia memiliki kehidupan yg sangat kelam, hingga membuat gadis ini tidak pernah mempercayai siapapun, tidak ingin berteman yg benar benar teman, gadis itu merasa hanya dirinya sendiri yg bisa di percaya di bumi. gadis itu terlalu bodo amat terhadap orang orang di sekitarnya. tidak percaya akan cinta sebab dia tumbuh dengan kebencian, kekerasan, bukan cinta dan kasih sayang lantas apakah selamanya dia akan memiliki sifat itu? apakah tidak ada perubahan dalam hidup nya? apakah dia bisa mengenal warna lain selain hitam,abu-abu, dan putih?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Shadow in the Lab
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Defiant [END]
  • Fraktal Rahasia
  • My Perfect Model ( Republish )
  • SHEA SANG FIGURAN
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines