HAPPY ENDING

HAPPY ENDING

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 22, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Tagshappy
"Mereka tidak saling mencinta. Tapi tetap menikah. Karena takdir atau kutukan masa lalu yang mengikat mereka diam-diam." Anara dipaksa menikah dengan Gavindra, pria yang bahkan tak pernah menatapnya dengan cinta. Gavindra sendiri telah lama menjalin hubungan dengan Rania kekasih yang enggan dilepaskannya, bahkan setelah pernikahan. Bagi Anara, hidup bersama Gavindra adalah luka yang harus ia telan setiap hari. Dan bagi Gavindra, Anara hanyalah konsekuensi dari keinginan orang tua. Namun perlahan, rahasia masa lalu terkuak. Surat-surat tua. Nama yang sama. Dan darah yang ternyata... mengikat mereka jauh lebih dalam dari sekadar pernikahan. Ketika cinta mulai tumbuh, mereka justru menemukan bahwa mereka tak seharusnya bersama. Dan pada akhirnya, mereka harus memilih: melawan takdir, atau menyelamatkan hati masing-masing dengan melepaskan segalanya. Happy Ending bukan tentang siapa yang akhirnya bersama. Tapi tentang keberanian untuk pergi... ketika mencintai berarti menyakiti.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Mission
  • REGAN's Crazy Wife
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • Chana's Transmigrasi
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Drama di Pintu Kosan
  • BACKSTREET

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines