Hasrat Terlarang Pria Beristri

Hasrat Terlarang Pria Beristri

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 13, 2025
Konten 21+ “Kamu pernah pacaran?” Aleena mengangkat kepalanya dan menatap Agastya. Pria itu seperti serius dengan pertanyaannya. “Pernah waktu di SMA.” “Sejauh apa gaya pacaran kamu?” Aleena tertawa kaku. “Kenapa Om mau tau?” tanyanya sinis. Dia merasa seperti sedang diinterogasi padahal dia bukan penjahat di sini, dan lagi pria itu juga bukan ayahnya, hanya suami tantenya. “Supaya kamu gak kaget.” “Maksudnya?” Aleena semakin tidak mengerti. “Kamu pernah berhubungan badan sama pacar kamu?” Kali ini Agastya bertanya tanpa difilter sama sekali dan dia yakin Aleena shock mendengarnya. Aleena menggeleng cepat. “Yakin?” tanya Agastya memastikan. “Iya!” Aleena membalas kesal pertanyaan pria yang mulai membuatnya jengkel. “Mau saya cek?” Sontak saja mata Aleena melotot galak pada pria yang semakin lama semakin kurang ajar padanya. “Karena permintaan saya ada hubungannya dengan itu. Dan, saya bisa bedakan mana yang sudah pernah berhubungan intim, mana yang belum sama sekali,” ucap Agastya tanpa dosa sedikitpun. Aleena semakin shock mendengarnya. Catatan : Cerita selengkapnya ada di Innovel/Dreame akun penulis : Usagi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines