From Sangara With Grace

From Sangara With Grace

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2026
Ketika Reiji Kaze, bintang sepak bola dunia asal Narukiya, datang ke Indraloka dalam misi amal, ia tak pernah menyangka perjalanannya akan mempertemukannya dengan Nandindra Ayunovia seorang relawan lokal yang sederhana, hangat, dan tak terkesan dengan gemerlap popularitas. Di desa terpencil bernama Sangara, keduanya menjalin koneksi yang tak terduga, bukan lewat kata cinta, melainkan melalui kebaikan, kebersamaan, dan perasaan yang tumbuh diam-diam. Namun dunia mereka berbeda. Ketika turnamen internasional World Unity Cup memanggil, cinta diuji oleh jarak, harapan, dan sorotan dunia. Akankah mereka mampu menjaga rasa di tengah dunia yang bergerak cepat dan tak selalu ramah pada perasaan? "In the heart of Sangara, he found more than a cause he found her." Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri dan bersifat fiksi. Jika ada kesamaan merupakan unsur adanya ketidaksengajaan terimakasih. Jika tertarik silahkan mampir jika tidak boleh di skip. Maaf jika banyak typo yang bertebaran, ini cerita pertama yang saya buat. cover by pinterest
All Rights Reserved
#22
olahraga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Villain's Mother
  • The Last Yes!

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines