Tombol itu selalu ada - melayang di hadapanku, dipenuhi deretan nomor yang tak ada habisnya.
Satu... dua... sepuluh... kemudian berganti sebelas... dua belas... dan terus bertambah, seakan tak punya titik.
Ini bukan sebuah kutukan.
Ini sebuah keajaiban yang melelahkan.
Saat aku mati, aku akan terbangun di tubuh lain - hidup sebagai orang lain - dengan satu ingatan yang tak boleh pudar: menemukan lelaki itu.
Lelaki itu... satu-satunya orang yang dapat mengembalikanku ke jati diri yang sesungguhnya, meskipun dia tak menyadari perannya, tak tahu apa yang terjadi padanya, tak paham apa makna pertemuannya denganku.
Dan setiap kali aku tak tahan lagi, saat tubuh yang aku tempati tak mampu melawan takdirnya, tombol itu akan kembali tampil - sebuah pilihan: mati lalu hidup lagi, melompat ke takdir lain, mencari lelaki itu.
Ini bukan tentang cinta.
Ini bukan tentang perasaan.
Ini tentang satu hal: pulang.
Namun perjalanan tak mudah.
Bahkan saat aku dekat, saat magic memberi sebuah pertanda, kematian tiba-tiba, monster, dan masalah tak terduga selalu menjadi penghalang.
Ini kisah perburuanku melintasi hidup dan kematian... demi menemukan satu orang yang mampu membuatku menjadi manusia seutuhnya lagi - lelaki itu, entah siapa, tak kukenal.
All Rights Reserved