Mereka lahir bersama, dari rahim yang sama, di hari yang sama namun dunia memisahkan mereka lebih cepat dari yang semesta izinkan.
Raka dan Raihan, sepasang saudara kembar yang terpisah oleh perceraian, oleh ego orang dewasa yang tak lagi mampu saling menggenggam.
Raka tumbuh dalam pelukan hangat sang ibu, lembut, penuh kasih, namun dibayangi tubuh yang kian melemah. Sementara Raihan hidup di sisi yang berbeda; di rumah yang penuh suara, tapi kosong dari kasih sayang. Ayahnya sibuk menata keluarga baru, sementara Raihan terdiam, menjadi bayangan di sudut yang tak pernah dilihat siapa pun.
Sepuluh tahun berlalu tanpa kabar, namun ikatan mereka tak pernah benar-benar padam. Seolah jiwa mereka masih terikat benang halus yang merintih pelan setiap kali salah satu dari mereka terluka.
Dan ketika takdir akhirnya mempertemukan mereka, bukan peluk yang menyambut melainkan darah.
Di antara kilatan pisau dan wajah yang asing, keduanya bertemu kembali. Tapi kali ini, hanya satu yang bertahan untuk mengingat.
Ini adalah kisah tentang kehilangan yang datang terlambat. Tentang cinta seorang kakak yang tak pernah hilang, dan tentang seorang adik yang akhirnya tahu, bahwa ia tak pernah benar-benar sendiri.
Tutti i diritti riservati