Moon Child

Moon Child

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 23, 2026
U17+ "𝓜𝓮𝓷𝓰𝓪𝓹𝓪 𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰-𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓮𝓷𝓬𝓲 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓫𝓮𝓻𝓫𝓮𝓭𝓪 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓶𝓮𝓻𝓮𝓴𝓪?" Bermata semerah darah, berkulit dan berambut pucat, Jiji terkurung di dalam rumah yang tersambung dengan kedai Mi Tachiyoya yang terletak di pinggiran kota Negeri Longway karena serupa dengan sesosok makhluk dari legenda urban Negeri Longway yang konon membawa petaka bagi seluruh negeri. Anak Bulan. Ia tidak diperkenankan meninggalkan rumah sedari kesadarannya terbentuk, tetapi ia tidak sangka, saat pertama kali dirinya terekspos, kebencian yang diterimanya begitu menusuk, merasuk dan busuk! Jiji ingin hidup bebas seperti orang-orang, di mana saja! Namun bencana alam yang semakin sering terjadi seolah mengamini kalau ia adalah Anak Bulan. Mengurung dirinya dalam sosok tersebut. Ia pun mencari cara untuk mewujudkan kebebasannya. Lalu terpikirkan dua cara. Pertama, menjadi sosok bak pahlawan. Kedua, menghapus legenda urban yang selalu dikaitkan dengan dirinya 'dari ingatan seluruh dunia'. Manakah pilihan yang akan Jiji ambil? © Alunara 2025
All Rights Reserved
#112
politik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menit Terakhir
  • mallory [kim doyoung]
  • DESA TANAH LONGAN
  • Imperfect love [ End]
  • KUMALA DEWI {Ratu Penguasa Mahluk Melata}
  • JOJOBA : Jomlo-Jomlo Bahagia
  • Anonymous Chat
  • Andin [ˢᵉ૧ᵘᵉˡ ᴳⁱˡᵈᵃ]
  • Cinta Abadi
  • [SYaHS1] LoveMath | SELESAI✔

[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Tidak pernah terpikirkan dalam benak Hanna, kalau dirinya akan terjangkit sebuah virus, yang membuat dirinya harus berkelahi dengan segala macam ancaman kematian. Setiap hari hanya terbaring di atas ranjang rumah sakit yang dingin dan lembab meski terkadang panas dan hangat. Pandangan Hanna pun selama itu tidak pernah berpindah ke mana-mana pun. Hanya berfokus menatap langit-langit ruangan rumah sakit yang warna putihnya itu menguning. Hanna juga tidak pernah terpikirkan kalau sehabis ia menjadi aktivis yang berani, berujung menjadi pasien rumah sakit dengan kasus terjangkit COVID-19---sebuah virus yang saat itu sempat menggemparkan dunia---yang membuat Hanna tak lagi bisa menatap dunia luas yang indah, yang mulanya sering ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. * * * Jangan lupa vote dan komen ya teman-teman!!! Follow juga akun Instagram-ku di @marselqouzt untuk info selanjutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines