Kuku di Kotak Pos

Kuku di Kotak Pos

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 14, 2025
Orang datang dan pergi di gang ini seperti biasa. Suara sendal menyapu jalanan, ketel mendesis dari dapur ke dapur, dan tawa anak-anak sore hari masih terdengar seperti dulu. Tapi sejak itu, ada sesuatu yang menetap di udara-bukan bau, bukan suara, hanya rasa yang pelan-pelan menyusup di sela-sela hari. Sesuatu yang tak bisa dijelaskan, tapi terus terasa. Kadang muncul di balik tirai yang sedikit bergeser. Kadang bersembunyi di retakan lantai yang terlalu cepat muncul. Tak ada yang berubah secara nyata-tapi gang ini tak lagi sama
All Rights Reserved
#80
fiksiindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello, Mr. Mafia!
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Fraktal Rahasia
  • Bound to Him
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • SHEA SANG FIGURAN
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]

Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah. Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap? Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya. Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya. Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik. "Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!" ••• This is my first story, don't plagiaze it!

More details
WpActionLinkContent Guidelines