Kuku di Kotak Pos

Kuku di Kotak Pos

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 14, 2025
Orang datang dan pergi di gang ini seperti biasa. Suara sendal menyapu jalanan, ketel mendesis dari dapur ke dapur, dan tawa anak-anak sore hari masih terdengar seperti dulu. Tapi sejak itu, ada sesuatu yang menetap di udara-bukan bau, bukan suara, hanya rasa yang pelan-pelan menyusup di sela-sela hari. Sesuatu yang tak bisa dijelaskan, tapi terus terasa. Kadang muncul di balik tirai yang sedikit bergeser. Kadang bersembunyi di retakan lantai yang terlalu cepat muncul. Tak ada yang berubah secara nyata-tapi gang ini tak lagi sama
All Rights Reserved
#80
fiksiindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Fraktal Rahasia
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Defiant [END]
  • Hello, Mr. Mafia!
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Shadow in the Lab

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines