Di antara langit dan langkah

Di antara langit dan langkah

  • WpView
    Membaca 2
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jun 14, 2025
Andra, lelaki pendaki yang mencari sunyi untuk meredam gaduh di pikirannya. Galdine, perempuan yang mencintai gunung, tapi menyimpan luka di dalam diamnya. Mereka bertemu di jalur pendakian Rinjani. Awalnya hanya saling sapa dan tawa ringan di tengah kabut. Tapi siapa sangka, pertemuan singkat itu berubah jadi cerita yang tak bisa begitu saja dilupakan. Dan saat semesta mempertemukan mereka lagi-di kantor, dalam kehidupan yang jauh dari aroma hutan dan dinginnya malam pegunungan-perasaan yang dulu samar mulai mencari bentuknya sendiri. Mereka mulai dekat, tanpa sadar mulai saling menunggu. Tapi tidak semua rasa bisa langsung tumbuh. Ada masa lalu yang masih menuntut waktu. Ada ragu yang belum sempat reda. "Kalau kamu bisa ke satu tempat sekarang juga, ke mana?" "Ke tempat di mana kamu juga ada." Sebuah kisah tentang langkah-langkah kecil yang membawa dua jiwa bertemu, tentang rasa yang pelan-pelan tumbuh... dan tentang rumah yang ditemukan, bukan dibangun.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#77
pandanganpertama
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan