Bangaskara Kairel Albert. Adalah seorang anak yang sejak lahir sudah terikat pada takdir yang kejam. Ia bukan anak yang diinginkan-kehadirannya dianggap sebagai bayangan kelam dari masa lalu, sebuah bukti hidup dari kekejian yang tak bisa dilupakan oleh ibunya. Dari kecil, ia tidak pernah merasakan hangatnya kasih sayang. Tidak pernah mendapat pelukan. Tidak pernah dipandang sebagai seorang anak, melainkan sebagai beban, sebagai pengingat, sebagai sesuatu yang seharusnya tidak ada.
Ayahnya, pria yang penuh amarah dan kebencian, tidak pernah melihat Kairel sebagai manusia. Ia melihatnya sebagai objek pelepas frustrasi, tempat melampiaskan dendam yang tidak jelas asalnya. Pukulan, hinaan, dan penyiksaan sudah menjadi bagian dari keseharian Kairel-sesuatu yang ia jalani tanpa pernah tahu bahwa itu tidak normal.
Puncak tragedi terjadi saat sang ayah ditemukan tewas bersimbah darah. Kairel, bocah enam tahun yang hanya menatap bingung tubuh ayahnya dan pistol di sampingnya, dijumpai sedang menggenggam senjata itu. Ibunya, yang datang karena mendengar suara tembakan, menyaksikan langsung pemandangan itu. Tidak ada pertanyaan. Tidak ada usaha memahami. Hanya ada tuduhan.
"Kau monster, Kairel! Kau monster!"
Sejak saat itulah, mereka memanggilnya "monster." Sebuah julukan yang menghantui dan menghancurkan jiwa anak kecil yang tidak tahu apa-apa tentang kejadian sebenarnya. Ia dipaksa menanggung stigma pembunuh. Kairel tumbuh dengan beban berat, dikucilkan dan dihakimi tanpa ada kesempatan untuk membela diri.
╭∩╭∩╭∩╭∩╭∩╭∩╮
Cerita ini adalah hasil karya fiksi dari pikiran penulis sendiri. Seluruh karakter, plot, dan dialog adalah milik penulis dan dilindungi hak cipta. Dilarang keras untuk menyalin, memodifikasi, atau mengunakan cerita tanpa izin dari penulis.
Terima kasih telah membaca cerita ini.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang