Before My 17 Birthday

Before My 17 Birthday

  • WpView
    Membaca 47
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadLengkap Jum, Nov 28, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
✨ SINOPSIS Helena Diandra itu cewek biasa. Sekilas, hidupnya juga biasa. Kecuali kalau kamu anggap hal-hal ini wajar: Menang lomba 17-an padahal nggak ikut daftar, Boneka capit dapet dua dalam sekali tembak, Kisi-kisi ujian muncul di Reels pas satu malam sebelum ujian. Katanya sih, dia anak keberuntungan. Tapi keberuntungan nggak selamanya gratis. Semuanya berubah di hari perpisahan SMP. Datang seorang pembaca tarot iseng-pakai jubah ungu dan eyeliner setebal dosa-yang bilang: "Kalau kamu nggak menikah sama seseorang bernama Jum'at sebelum umur tujuh belas... kamu akan mati." Lena? Ketawa. Bercanda? Pastilah. Tapi waktu terus jalan. Dan hal-hal aneh mulai kejadian. Sampai akhirnya, tepat lima bulan sebelum ulang tahunnya... muncul murid baru di kelas. Tinggi. Dingin. Ganteng. Dan kayaknya... bukan tipe yang suka diajak ngobrol. Namanya? Jum'at Goesti. Panggil aja: Friday. Sekarang Helena punya dua masalah besar: Cowok itu nggak kenal dia. Dia harus nikahin cowok itu... sebelum ulang tahunnya tiba.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
30dayschallenge
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ​Adopted? (I Wish) [END]
  • Sastru Pinanganten
  • REGAN's Crazy Wife
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Wismatama
  • "Liburan" Bonus Suami
  • ELION
  • tradisi
  • Luk Telu Belas
  • Ritual Rasa

Bagi orang lain, perempatan lampu merah adalah tempat persinggahan sementara. Namun bagi Nara, bocah 16 tahun dengan pipi bulat dan celotehan tanpa henti, jalanan keras dan cambukan takdir adalah satu-satunya rumah yang ia kenal. Di balik senyum bahagianya yang mampu meluluhkan siapa saja dan ocehan ajaibnya yang tak pernah habis, Nara menyembunyikan memar di tubuh serta ketakutan akan malam yang selalu membawa siksaan. Satu-satunya hal yang membuat bocah mungil ini tetap bertahan adalah impian kecilnya, mempunyai keluarga yang hangat dan mau memeluknya. Hingga suatu hari, sebuah takdir mempertemukannya dengan Dhiar-putra tunggal keluarga Adhyastha yang dingin, kaku, dan membenci kebisingan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan