Vanillagam

Vanillagam

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 11, 2026
Ada orang-orang yang hidupnya seperti panggung - selalu terang, selalu ramai, selalu ada yang menonton. Dan ada orang-orang yang hidupnya seperti tembok di lorong sempit - jarang dilihat, tapi justru di situlah hal-hal paling jujur biasanya ditulis. Vanilla selalu percaya dia adalah tembok itu. Tempat yang tidak dicari orang, tapi menyimpan sesuatu yang nyata jika ada yang mau berhenti sejenak untuk melihat. Dia tidak pernah menyangka ada orang dari dunia panggung yang akan berhenti. Bertahun-tahun kemudian, ketika semua orang bertanya bagaimana kisah mereka bisa dimulai, Vanilla akan selalu menjawab hal yang sama. "Dia nemu tempat sembunyiku. Dan aku nggak pernah sembunyi lagi setelah itu." Tapi itu cerita di ujung. Yang ini, cerita dari awal - dari sebuah tembok, sekaleng cat yang belum kering, dan seseorang yang datang bukan untuk dilihat, tapi untuk melihat. Tembok itu sudah jadi rahasianya.
All Rights Reserved
#263
bem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be My Wife
  • The Villain Mother
  • The Last Yes!
  • Hello, KKN!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • My Celestia [ON GOING]
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Nala dan Mas Juragan

Sarah, mahasiswa semester akhir yang sedang jenuh mengerjakan skripsi, memilih pulang ke kampung halaman untuk hidup slow living dan sejenak healing dari hiruk pikuk kota Jakarta. Di tambah lagi Sakti, pacar 4 tahun nya itu ketahuan selingkuh dengan kakak sepupu Sarah, membuat Sarah rasanya hampir gila. "Sayang, aku gak cium Mirah. Dia yang cium aku" "Terus? aku yakin kamu juga menikmatinya kan?" Siapa yang mengira di liburan singkatnya ini Sarah akan bertemu dengan Haryo, bujang paling hot dengan tanah puluhan hektar yang menjadi incaran ibu-ibu untuk dijadikan calon mantu. "Dek geser dikit ya, bokong kamu nyenggol yang di bawah, kepala Mas jadi nyut-nyutan"

More details
WpActionLinkContent Guidelines