sang renjana

sang renjana

  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
📖 Amarath Senja Lacerta tak pernah benar-benar dikenal oleh Renjana Alvaro Wijaya. Namun setiap hari, di balik sudut warung kopi tua depan rumah sakit, Senja menatap punggung yang tak pernah menoleh-dan menyimpan diam yang terus tumbuh jadi rindu. Renjana, pegawai muda yang dingin dan penuh luka masa lalu, tidak tahu bahwa ada seseorang yang selalu memperhatikan langkahnya. Ia tak tahu bahwa ada mata yang mencari bahkan ketika ia hanya lewat sejenak. Senja menyukai Renjana dalam diam, bukan karena tak bisa bicara, tapi karena takut suara hatinya akan merusak apa yang sudah terasa indah dari kejauhan. Namun diam tak selamanya aman. Ada hari ketika langit hujan, dan kata-kata akhirnya jatuh juga. "Sang Renjana" adalah kisah tentang cinta yang tak pernah diteriakkan, tentang rasa yang dipelihara dalam sunyi, dan tentang keberanian menatap seseorang-bahkan saat tahu, bisa jadi, tak pernah ditatap kembali.
All Rights Reserved
#206
renjana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines