Langit yang Menyimpan Namamu

Langit yang Menyimpan Namamu

  • WpView
    Membaca 24
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 15
WpMetadataReadLengkap Min, Jun 15, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Alya Zahira dan Nara Adyatama pernah menjadi teman masa kecil yang tak terpisahkan. Takdir memisahkan mereka ketika Nara pindah ke luar negeri, meninggalkan Alya dengan kenangan yang tak sempat terselesaikan. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang jauh berbeda: Alya tengah bertunangan dengan pria pilihan keluarganya, dan Nara kini menjadi arsitek sukses yang kembali ke Indonesia. Pertemuan itu mengguncang hati keduanya. Antara cinta lama yang belum usai, janji-janji yang tak terucap, dan kewajiban yang harus dipenuhi-Alya dan Nara harus memilih: menuruti hati atau mengikuti logika?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Oneshoot touch me ❗
  • Mulih (END)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • EINSTEIN [END]
  • The Last Yes!
  • Sweetly Tied
  • The Mafia's Sinful Obsession

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan