Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Masih ada Namamu di Hari-hariku

Masih ada Namamu di Hari-hariku

  • WpView
    Membaca 307
  • WpVote
    Vote 197
  • WpPart
    Bab 38
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jun 16, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Aku pikir waktu akan memudarkan semuanya. namamu, suaramu, tatapanmu yang dulu begitu diam tapi hangat. Tapi nyatanya, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu dan dunia di sekelilingku terus berubah... kamu masih ada. Kamu masih muncul dalam tiap detik yang seharusnya biasa. Dalam langkah menuju sekolah,kita yang tak lagi satu sekolah dalam lagu-lagu yang tanpa sengaja kudengar, dalam momen hening ketika aku duduk sendiri dan membiarkan pikiranku kembali ke masa itu. Masa di mana kita belum pernah benar-benar bersama, tapi rasanya seperti saling memiliki. Tatapan yang tak pernah dijelaskan, kehadiranmu yang selalu terasa meski tanpa suara. Dan walaupun banyak yg kita mulai, kamu tetap tinggal-di dalam ingatan yang tidak pernah kubiarkan pergi. Ini bukan hanya soal melupakan Ini tentang bagaimana kamu tetap hidup... di setiap hariku, meski hanya lewat namamu. >>>> Ini adalah kisah cinta di masa SMP namanya Adhira diya sanya seorang gadis yg ceria dan sedikit pemalu, bertemu dengan seorang laki- laki yg bisa menarik perhatian nya. siapa laki laki itu?bagaimana akhir cerita nya setelah bertemu laki laki itu?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#609
kisahsekolah
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan