Yang Katanya Rumah

Yang Katanya Rumah

  • WpView
    Reads 212
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 2, 2025
Dari luar, hidup Dinda terlihat baik-baik saja. Anak terakhir dari keluarga yang katanya lengkap. Selalu rangking satu, juara olimpiade, anak kebanggaan sekolah. Tapi tak banyak yang tahu, setiap malam ia berjuang diam-diam di rumah yang tak pernah benar-benar jadi rumah. Di balik prestasi, ada luka yang tak pernah selesai. Di balik senyum, ada cinta yang tak pernah sampai. Ini bukan kisah tentang anak kuat. Tapi tentang seorang anak perempuan yang tetap berdiri, meski hatinya runtuh berkali-kali. Karena kadang, bertahan adalah satu-satunya pilihan. Dan Dinda... memilih tetap bertahan.
All Rights Reserved
#66
selfhealing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines